Berita

Pedagang Borobudur Menolak Lapak di Kampung Seni karena Lokasi Terpisah

×

Pedagang Borobudur Menolak Lapak di Kampung Seni karena Lokasi Terpisah

Sebarkan artikel ini
Pertemuan perwakilan pedagang Sentra Kerajinan dan Makanan Borobudur (SKMB) dengan Direktur TWB Mardijono Nugroho di Kampung Seni Borobudur
Pertemuan perwakilan pedagang Sentra Kerajinan dan Makanan Borobudur (SKMB) dengan Direktur TWB Mardijono Nugroho di Kampung Seni Borobudur, Kamis (30/1/2025). ( Dok. Eko Susanto/detikJateng )

Magelang, Politika – Pedagang yang tergabung dalam Sentra Kerajinan dan Makanan Borobudur (SKMB) menolak tawaran untuk berjualan di Museum dan Kampung Seni Borobudur (MKSB).

“Dengan begitu tidak mau kalau terpisah-pisah kasihan teman-teman. Harapan kita tetap jadi satu blok,” kata Ketua SKMB, Muhammad Zulianto.

Penolakan ini didasari oleh dua alasan utama. Pertama, lokasi lapak yang ditawarkan tersebar di empat blok berbeda, tidak menjadi satu kesatuan. Kedua, jumlah lapak yang tersedia hanya 89 unit, jauh dari cukup untuk menampung seluruh pedagang yang terdata.

“Itu memang diperuntukkan yang 1.943 (data hasil verifikasi pedagang di Balai Desa Borobudur). Itu 89 lapak kurang, (Sikap SKMB setelah pengecekan lapak) Menolak (lapak). Alasannya jumlahnya kurang, bukan satu blok. Kita pengin satu blok dari awal, sejumlah 330 pedagang,” tegas Zulianto.

Para pedagang telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi lapak di Kampung Seni Borobudur dan menemukan bahwa lapak-lapak tersebut terpisah-pisah. Mereka memilih untuk tetap berjualan di satu blok agar lebih mudah diakses oleh pembeli.

Menanggapi penolakan ini, Direktur Taman Wisata Borobudur (TWB), Mardijono Nugroho, mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan kesempatan bagi para pedagang untuk memanfaatkan lapak yang ada. Ia juga menambahkan bahwa penataan KSB ini membutuhkan proses dan akan terus dievaluasi.

“Kalau boleh, kita usul kepada teman-teman SKMB. Kita sudah memfasilitasi untuk dapat dimanfaatkan (lapak). Ini memang perlu proses, Bahwa nanti kebutuhan sama yang ada berapa, nanti akan kita evaluasi. Kita tidak bisa istilahnya menang kalah, kita harus memahami situasi yang ada. Kita sudah memberikan kesempatan yang baik, monggo untuk dimanfaatkan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *