Internasional

Mesir Tegas Tolak Pemindahan Paksa Warga Palestina

×

Mesir Tegas Tolak Pemindahan Paksa Warga Palestina

Sebarkan artikel ini
Mesir Tegas Tolak Pemindahan Paksa Warga Palestina
Mesir Tegas Tolak Pemindahan Paksa Warga Palestina

Jakarta, Politika – Mesir menolak keras usulan pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat ke Mesir dan Yordania.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Mesir menegaskan dukungan penuh terhadap hak rakyat Palestina untuk tetap tinggal di tanah mereka. “Mesir menolak segala bentuk pelanggaran terhadap hak asasi rakyat Palestina, termasuk pemindahan paksa, aneksasi tanah, atau penggusuran paksa dari wilayah mereka,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengusulkan langkah-langkah untuk “membersihkan Jalur Gaza,” termasuk dengan memindahkan sementara atau jangka panjang penduduk Gaza ke negara-negara tetangga seperti Mesir dan Yordania. Dalam pernyataannya pada Sabtu (25/1/2025), Trump menyebut Gaza sebagai “tempat pembongkaran” akibat konflik berkepanjangan dan mengusulkan solusi kontroversial ini.

Isu pemindahan warga Palestina mencuat sejak perang antara Israel dan Hamas yang dimulai pada Oktober 2023. Kedua belah pihak terlibat dalam pertempuran sengit, dan sejumlah negara tetangga memperingatkan potensi pengusiran massal warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat.

Liga Arab turut menyuarakan penolakan terhadap rencana ini, menyebut pengusiran paksa sebagai bentuk “pembersihan etnis.” Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (26/1/2025), organisasi tersebut menegaskan bahwa setiap upaya untuk mencabut rakyat Palestina dari tanah mereka, baik melalui pemindahan maupun perluasan pemukiman, tidak akan berhasil.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi memperingatkan bahwa pemindahan warga Palestina akan menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional Mesir. Dalam berbagai kesempatan, ia menyebut langkah tersebut sebagai “garis merah” yang tidak dapat dilanggar. Sisi menegaskan bahwa tindakan ini justru akan menghambat perjuangan rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka.

Kementerian Luar Negeri Mesir juga menyerukan pentingnya solusi dua negara sebagai cara terbaik untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Menurut Kairo, solusi tersebut hanya dapat tercapai jika rakyat Palestina tetap tinggal di tanah mereka, bukan dengan memindahkan mereka ke wilayah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *