Bisnis

PT IMIP Perbaiki Jalan Bahodopi, Dukung Akses dan Ekonomi Lokal

×

PT IMIP Perbaiki Jalan Bahodopi, Dukung Akses dan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
PT IMIP Perbaiki Jalan Bahodopi, Dukung Akses dan Ekonomi Lokal | Foto : Endar Raziq/Newsroom Diskominfosantik.
PT IMIP Perbaiki Jalan Bahodopi, Dukung Akses dan Ekonomi Lokal | Foto : Endar Raziq/Newsroom Diskominfosantik.

Jakarta, Politika – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) melakukan perbaikan jalan sepanjang 2,3 kilometer di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat dan mendukung kelancaran transportasi di kawasan industri.

“Langkah ini juga menjadi salah satu upaya untuk membantu beban negara, dan tentunya bagian dari dukungan terhadap program-program pemerintah,” ujar Head of Legal and Govrel PT IMIP, Askurullah, dalam keterangan tertulis, Senin (17/02/2025).

Perbaikan yang sudah berjalan sejak lima hari lalu mencakup pembangunan Rigid Pavement sepanjang 2,3 kilometer dan pemasangan saluran samping (U-ditch) sepanjang 6,35 kilometer. Karena jalan ini berstatus sebagai jalan nasional, PT IMIP menggandeng Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah agar prosesnya sesuai regulasi dan mendapatkan izin yang diperlukan dari pemerintah.

Peningkatan infrastruktur ini diperlukan karena kawasan industri di Bahodopi terus berkembang, memicu pertumbuhan ekonomi yang pesat dan pembangunan yang masif. Jalan dari Masjid Al-Khairaat hingga Padabaho sering mengalami genangan saat hujan karena posisinya lebih rendah dibandingkan bangunan sekitar. Oleh karena itu, perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan, khususnya di ruas Bahodopi–Batas Sultra.

Selain berkontribusi pada infrastruktur, PT IMIP juga mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di kawasan industrinya. Perusahaan berencana menambah pembangkit listrik tenaga gas (PLTGU) dan tenaga surya (PLTS) pada 2025. Saat ini, PT Dexin Steel Indonesia, salah satu tenant di kawasan industri, telah menggunakan listrik berbasis PLTGU dengan kapasitas produksi 6 juta metrik ton per tahun.

Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar, menyatakan bahwa perusahaannya terus mengajak tenant beralih ke pembangkit listrik ramah lingkungan guna mendukung target pemerintah mencapai net zero emission (NZE) pada 2060.

Dalam sembilan tahun terakhir (2015–2024), PT IMIP mencatat pemasukan investasi sebesar USD 34,3 miliar atau setara Rp 552,23 triliun. Jumlah ini meningkat USD 3,16 miliar dari periode sebelumnya (2015–2023). Investasi terus bertambah seiring dengan hadirnya investor baru dan pembangunan smelter yang masih dalam tahap konstruksi.

Saat ini, terdapat sekitar 65 perusahaan di kawasan industri nikel Morowali, dengan delapan di antaranya masih dalam proses pembangunan. Beberapa perusahaan yang segera beroperasi antara lain PT Sulawesi Nickel Cobalt dengan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) 80.000 MT per tahun, Chengtok Lithium Indonesia dengan produksi lithium 50.000 MT per tahun, dan PT Teluk Metal Industry dengan produksi MHP 60.000 MT per tahun.

PT IMIP optimis bahwa investasi di kawasan industri Morowali akan terus meningkat, terutama dalam mendukung produksi bahan baku baterai kendaraan listrik di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *