Internasional

Netanyahu Yakin Bisa Kalahkan Iran dengan Dukungan Trump

×

Netanyahu Yakin Bisa Kalahkan Iran dengan Dukungan Trump

Sebarkan artikel ini
Netanyahu Yakin Bisa Kalahkan Iran dengan Dukungan Trump | (Foto PM Israel Benjamin Netanyahu: BBC World)
Netanyahu Yakin Bisa Kalahkan Iran dengan Dukungan Trump | (Foto PM Israel Benjamin Netanyahu: BBC World)

Jakarta, Politika – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, optimistis dapat menuntaskan perlawanan terhadap Iran dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Dalam konferensi pers di Yerusalem bersama Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, Netanyahu menegaskan bahwa Israel telah berhasil memberikan pukulan besar terhadap Iran dalam 16 bulan terakhir. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan kepemimpinan Trump dan dukungan AS, Israel dapat menyelesaikan perjuangan ini.

“Selama 16 bulan terakhir, Israel telah memberikan pukulan telak terhadap poros teror Iran. Di bawah kepemimpinan kuat Presiden (Donald) Trump dan dengan dukungan teguh dari Anda, saya tidak ragu bahwa kita bisa dan akan menyelesaikan pekerjaan ini,” ujar Netanyahu seperti dikutip dari AFP.

Israel terus berperang melawan kelompok-kelompok militan yang didukung Iran, termasuk Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon selatan. Konflik ini semakin memanas setelah serangan besar-besaran Israel ke Gaza pada 7 Oktober 2023.

“Israel dan Amerika berdiri bahu-membahu dalam menghadapi ancaman Iran,” tambah Netanyahu.

Kemenangan Trump dalam pemilihan presiden AS membuat Netanyahu semakin optimistis. Ia meyakini bahwa Trump akan kembali menerapkan strategi “tekanan maksimum” terhadap Iran, terutama dalam hal pengembangan senjata nuklir.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa Iran tidak boleh menjadi negara nuklir. Ia menyebut Iran sebagai sumber utama ketidakstabilan di Timur Tengah.

“Iran tidak boleh menjadi negara nuklir. Jika Iran memiliki nuklir, mereka akan kebal dari tekanan dan tindakan. Itu tidak boleh terjadi. Iran adalah sumber utama ketidakstabilan di kawasan,” ujar Rubio.

Rubio juga menambahkan bahwa hampir semua konflik di Timur Tengah memiliki keterkaitan dengan Iran, termasuk aktivitas Hamas, Hizbullah, ketegangan di Tepi Barat, krisis di Suriah, serta milisi di Irak.

Ketegangan antara Iran dan Israel semakin meningkat sejak tahun lalu. Untuk pertama kalinya, kedua negara saling melancarkan serangan langsung. Pada 26 Oktober, Israel menyerang fasilitas militer Iran, menewaskan empat tentara, sebagai balasan atas serangan Iran yang menembakkan 200 rudal ke wilayah Israel pada 1 Oktober.

Pada 13 April, Iran kembali meluncurkan drone dan rudal ke Israel sebagai respons atas serangan mematikan terhadap konsulatnya di Damaskus pada 1 April, yang diduga dilakukan oleh Israel. Konflik ini masih terus berlanjut, memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *