Nasional

Pemerintah Stop Impor Gula & Garam: Siap Swasembada?

×

Pemerintah Stop Impor Gula & Garam: Siap Swasembada?

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Stop Impor Gula & Garam: Siap Swasembada? | Foto: (Isal Mawardi/detikcom)
Pemerintah Stop Impor Gula & Garam: Siap Swasembada? | Foto: (Isal Mawardi/detikcom)

Jakarta, Politika – Pemerintah resmi menghentikan impor gula dan garam untuk kebutuhan konsumsi mulai tahun ini sebagai langkah menuju swasembada pangan.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan pangan pokok rakyat terpenuhi dari produksi dalam negeri. Namun, muncul pertanyaan terkait kelanjutan impor gula dan garam untuk keperluan industri.

Untuk industri yang menggunakan gula dan garam sebagai bahan baku, seperti sektor makanan, farmasi, dan kimia, pemerintah tengah mempersiapkan strategi swasembada secara bertahap. Sudaryono mengisyaratkan bahwa ke depannya, impor untuk kebutuhan industri juga akan dikurangi secara perlahan.

“Keinginannya ke sana (setop impor industri). Kita ingin kebutuhan pokok rakyat, termasuk yang untuk industri, terpenuhi dari dalam negeri,” jelasnya.

Sudaryono menambahkan bahwa sektor industri juga menghasilkan produk yang dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga kemandirian dalam produksi bahan baku menjadi penting. Bahkan, garam yang digunakan untuk infus dan keperluan medis juga menjadi bagian dari target swasembada pemerintah.

Kebijakan ini merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional dari sumber dalam negeri. Namun, pemerintah tidak akan langsung menghentikan impor untuk industri dalam waktu singkat, melainkan secara bertahap.

“Tahun ini kita tidak impor gula konsumsi dan garam konsumsi,” ujar Sudaryono saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Pemerintah menargetkan swasembada pangan penuh dalam empat tahun ke depan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk komoditas seperti beras, jagung, gula konsumsi, dan garam konsumsi, pemerintah optimistis target swasembada bisa tercapai tahun ini.

“Tahun depan, mungkin kita mulai fokus ke yang lain, seperti bawang putih, gula industri, dan garam industri. Jadi memang ada jadwalnya, nggak langsung setahun selesai semua,” jelas Sudaryono.

Kebijakan ini memunculkan kekhawatiran mengenai ketersediaan bahan baku bagi industri. Namun, hingga saat ini, belum ada keluhan dari pelaku usaha. Sudaryono menegaskan bahwa selama bahan baku masih tersedia di dalam negeri, industri tidak akan mengalami kendala.

“Yang distop sekarang ini kan konsumsi. Untuk industri, selama bahan bakunya tersedia, pengusaha nggak masalah. Kalau bisa dipenuhi dari dalam negeri, mereka malah senang, kan lebih cepat,” ujarnya.

Pemerintah juga memastikan bahwa kebutuhan industri tetap aman selama proses transisi menuju swasembada ini. “Kita punya jadwalnya, bertahap. Nggak langsung semuanya setop dalam setahun,” tutup Sudaryono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *