Berita

Gubernur Jateng: Zakat Sebagai Solusi untuk Mengentaskan Kemiskinan

×

Gubernur Jateng: Zakat Sebagai Solusi untuk Mengentaskan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat pembagian zakat di Masjid Raya Baiturrahman, Semarang, Minggu (30/3)/ANTARA.

Politika – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa potensi zakat di wilayahnya dapat menjadi alat yang efektif dalam upaya mengurangi angka kemiskinan.

Dalam sebuah acara di Masjid Raya Baiturrahman, ia menyampaikan pentingnya peran zakat tidak hanya sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai tanggung jawab sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Zakat berperan besar menurunkan kemiskinan. Ini tidak hanya kewajiban pemerintah, tapi juga pemangku kepentingan lain, masyarakat, pengusaha dan perusahaan melalui CSR-nya,” katanya di Semarang, Minggu malam dikutip dari Antaranews.com.

Baca juga: Pemkab Pati Optimis Sediakan Bus Mudik Gratis, dari 26 ke 30 Bus di 2026

Statistik Kemiskinan yang Mengkhawatirkan

Menurut data terbaru, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah mencapai 9,58 persen, yang setara dengan sekitar 3,4 juta jiwa. Luthfi menekankan bahwa zakat yang dimaksud tidak hanya terbatas pada zakat fitrah saat Idul Fitri, tetapi juga mencakup zakat mal, shodaqoh, dan infak yang harus terus digalakkan.

Aksi Nyata dalam Berbagi

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Luthfi turut berpartisipasi dalam penyerahan zakat secara simbolik kepada 2.000 penerima zakat (mustahik) di Kota Semarang. Ia berharap bantuan berupa paket beras ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga-keluarga yang kurang mampu, sehingga mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih bahagia.

“Saya doakan bapak ibu sejahtera semuanya. Dimurahkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya,” katanya, di sela penyerahan zakat secara simbolik kepada para mustahik.

Pengumpulan Zakat yang Mencolok

Hingga sore hari pada tanggal 30 Maret 2025, zakat fitrah yang terkumpul mencapai Rp49.975.000 dalam bentuk uang tunai dan 6.302,1 kg beras. Selain itu, zakat maal yang terkumpul mencapai Rp146.554.000, serta sumbangan lainnya seperti fidyah dan sodaqoh.

Harapan untuk Masa Depan

Luthfi berharap agar potensi zakat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia mengajak semua pihak, termasuk pengusaha dan perusahaan, untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *