Berita

Wali Kota Pekalongan Usulkan Rp1,4 Triliun untuk Atasi Banjir

×

Wali Kota Pekalongan Usulkan Rp1,4 Triliun untuk Atasi Banjir

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Pekalongan Usulkan Rp1,4 Triliun untuk Atasi Banjir
Wali Kota Pekalongan Usulkan Rp1,4 Triliun untuk Atasi Banjir

Pekalongan, Politika – Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengusulkan anggaran Rp1,4 triliun ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) untuk menangani banjir yang sering terjadi di wilayah sepanjang Sungai Bremi dan Sungai Meduri.

“Kami sudah mengajukan usulan ke Kementerian PU-PR dengan harapan anggaran ini dapat digunakan untuk normalisasi serta peninggian tanggul di sepanjang Sungai Bremi-Meduri, agar banjir dan rob di wilayah ini bisa segera ditangani,” ujar Achmad Afzan.

Banjir yang kerap melanda Kecamatan Pekalongan Barat, terutama di Kelurahan Pasirkratonkramat dan Tirto, disebabkan oleh meluapnya air dari kedua sungai tersebut. Kondisi ini membuat pemukiman warga sering tergenang air, terutama saat hujan deras.

Menurut Wali Kota, beberapa waktu lalu dirinya bersama Anggota DPR RI Dapil X, Rizal Bawazier, telah bertemu dengan pihak Kementerian PU-PR untuk membahas anggaran tersebut. Jika disetujui, proyek ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan rob yang selama ini menjadi permasalahan bagi warga Pekalongan Barat.

Salah satu upaya utama yang direncanakan adalah peninggian tanggul di sepanjang aliran Sungai Bremi dan Meduri. Ketinggian tanggul yang ada saat ini dianggap belum cukup untuk menahan luapan air, sehingga perlu ditambah sekitar satu meter. Peninggian tanggul ini diharapkan dapat menyamai standar tanggul di Sungai Loji di Kecamatan Pekalongan Utara dan Sungai Banger di Kecamatan Pekalongan Timur yang sudah lebih dulu diperbaiki.

Selain peninggian tanggul, Wali Kota juga menyoroti perlunya normalisasi sungai agar aliran air lebih lancar. Meskipun saat ini sudah ada beberapa pompa air untuk mengurangi genangan, ia menilai hal tersebut masih belum cukup efektif tanpa adanya peningkatan infrastruktur yang lebih permanen.

“Selama Sungai Bremi dan Meduri belum tertangani, setiap kali hujan deras turun, air akan meluap ke pemukiman warga,” tambahnya.

Achmad Afzan berharap usulan ini bisa segera disetujui oleh pemerintah pusat agar proyek penanganan banjir dan rob di sepanjang Sungai Bremi dan Meduri bisa segera direalisasikan. “Semoga pemerintah pusat dapat mendukung usulan kami, sehingga warga Pekalongan bisa terbebas dari ancaman banjir yang selalu datang setiap musim hujan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *