Berita

Wali Kota Pekalongan Tinjau Pengungsi, Dua Bayi Dirujuk ke Puskesmas

×

Wali Kota Pekalongan Tinjau Pengungsi, Dua Bayi Dirujuk ke Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Pekalongan Tinjau Pengungsi, Dua Bayi Dirujuk ke Puskesmas | Foto : Suryo S/pantura.inews
Wali Kota Pekalongan Tinjau Pengungsi, Dua Bayi Dirujuk ke Puskesmas | Foto : Suryo S/pantura.inews

Pekalongan, Politika – Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, meninjau kondisi kesehatan para pengungsi banjir di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kamis (30/1/2025) malam.

“Jika ada pengungsi yang kesehatannya memburuk, segera bawa ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan perawatan lebih lanjut,” tegasnya saat meninjau lokasi pengungsian bersama Ketua TP PKK, Inggit Soraya.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Mas Aaf menemukan dua bayi berusia 40 hari dan 60 hari terus-menerus menangis. Dugaan sementara, kondisi udara di pengungsian yang padat dan kurang sehat menjadi penyebab utama ketidaknyamanan bayi tersebut. Selain itu, para lansia dan warga dengan kondisi kesehatan tertentu juga berisiko terdampak akibat lingkungan pengungsian yang penuh sesak.

Banjir yang terjadi di Kota Pekalongan disebabkan oleh hujan deras sejak Rabu (29/1/2025) malam hingga Kamis (30/1/2025). BPBD Kota Pekalongan melaporkan bahwa curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Bremi di sisi barat kota menjadi penyebab utama banjir, terutama di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.

Menindaklanjuti kondisi bayi di pengungsian, Mas Aaf segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, Camat, dan Danramil untuk merujuk kedua bayi tersebut ke Puskesmas Sokorejo agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.

“Kami juga menemukan seorang lansia yang sudah agak pikun dan tinggal sendirian di rumahnya. Kami telah berkoordinasi dengan Kepala Dinsos P2KB agar lansia tersebut sementara ditempatkan di rumah perlindungan sosial berbasis masyarakat (RPSBM) Kuripan,” ujarnya.

Di sisi lain, Mas Aaf bersyukur karena kebutuhan logistik bagi para pengungsi telah terpenuhi oleh Dinsos P2KB Kota Pekalongan. Namun, ia menekankan bahwa penanganan banjir dan rob di sekitar Sungai Bremi-Meduri harus dipercepat agar air tidak kembali meluap ke permukiman warga.

“Untuk Sungai Lodji di Kecamatan Pekalongan Utara dan Sungai Banger di Kecamatan Pekalongan Timur, alhamdulillah sudah aman. Saat ini, pengungsian hanya terjadi di Kecamatan Pekalongan Barat,” jelasnya.

Meski sudah tersedia rumah-rumah pompa, debit air yang tinggi akibat curah hujan membuat sistem pompa kurang optimal dalam mengendalikan genangan. “Mudah-mudahan banjir ini cepat surut,” harap Mas Aaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *