Berita

Wabah PMK Serang Pegunungan Pekalongan, Ratusan Sapi Terinfeksi!

×

Wabah PMK Serang Pegunungan Pekalongan, Ratusan Sapi Terinfeksi!

Sebarkan artikel ini
Wabah PMK Serang Pegunungan Pekalongan, Ratusan Sapi Terinfeksi! | Foto: Humas Kementan
Wabah PMK Serang Pegunungan Pekalongan, Ratusan Sapi Terinfeksi! | Foto: Humas Kementan

Kajen, Politika – Sebanyak 249 ekor sapi di wilayah pegunungan Kabupaten Pekalongan terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Kami mengusulkan 500 dosis vaksin PMK ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Harapannya, kami bisa mendapatkan lebih banyak karena populasi sapi di Kabupaten Pekalongan cukup besar, terutama di daerah Paninggaran, Kandangserang, dan Petungkriyono,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani, Sabtu, 1 Februari 2025.

Kasus PMK di Kabupaten Pekalongan paling banyak ditemukan di Kecamatan Kandangserang dengan jumlah 143 ekor sapi terjangkit. Di Kecamatan Paninggaran terdapat 78 ekor sapi yang terinfeksi, sementara di Kecamatan Petungkriyono ada 28 ekor sapi yang terkena penyakit ini. Di kecamatan lainnya, seperti Tirto, Kesesi, Lebakbarang, Karangdadap, dan Doro, jumlah kasus masih tergolong rendah, di bawah lima ekor per kecamatan.

Sebagai langkah pencegahan, DKPP akan segera melakukan vaksinasi setelah dosis tersedia. Tim medis dari Bidang Peternakan DKPP akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan vaksinasi ke kandang-kandang ternak. Vaksin hanya diberikan kepada hewan yang dalam kondisi sehat tanpa syarat tambahan.

PMK merupakan penyakit yang sangat menular dan disebabkan oleh infeksi virus. Meski begitu, penyakit ini tidak menular ke manusia, berbeda dengan antraks. Ciri-ciri hewan ternak yang terjangkit PMK di antaranya luka pada mulut dan air liur yang keluar secara berlebihan.

Bagi masyarakat yang menemukan tanda-tanda tersebut pada hewan ternaknya, DKPP menyarankan segera melapor ke petugas terkait. Laporan dapat disampaikan langsung ke DKPP atau melalui Fungsional Medik Veteriner, drh. Mu’tasim Bilah di nomor 089503378507.

Selain vaksinasi, DKPP juga memperketat pengawasan terhadap lalu lintas ternak untuk mencegah penyebaran PMK. Petugas pengawas diterjunkan di pasar hewan untuk memeriksa kesehatan hewan yang masuk dan keluar. Setiap kendaraan yang membawa ternak juga akan disemprot dengan disinfektan guna mengurangi risiko penyebaran virus.

DKPP mengimbau para peternak agar tetap waspada dan menjaga kebersihan kandang serta lingkungan sekitar untuk meminimalkan penyebaran penyakit ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *