Internasional

Trump Naikkan Tarif Impor Baja, Perdagangan Global Memanas

×

Trump Naikkan Tarif Impor Baja, Perdagangan Global Memanas

Sebarkan artikel ini
Trump Naikkan Tarif Impor Baja, Perdagangan Global Memanas
Trump Naikkan Tarif Impor Baja, Perdagangan Global Memanas

Jakarta, Politika – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menaikkan tarif impor baja dan aluminium sebesar 25%. Kebijakan ini menandai eskalasi baru dalam perang dagang global.

“Hari ini saya menyederhanakan tarif kami untuk baja dan aluminium,” ujar Trump saat menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval, dikutip dari AFP, Selasa (11/2/2025). “Bebannya 25% tanpa pengecualian atau pembebasan.”

Trump juga mengisyaratkan kemungkinan penerapan tarif tambahan terhadap produk lain seperti mobil, farmasi, dan chip komputer. Kebijakan ini diprediksi akan berdampak luas pada banyak negara, termasuk China, negara-negara Eropa, serta sekutu dekat AS.

Dampak tarif ini tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang sebelumnya telah mendapat peringatan seperti Kanada dan Meksiko. Brasil, Korea Selatan, dan Vietnam juga berpotensi terkena imbasnya, mengingat ketiga negara tersebut merupakan pemasok baja utama bagi AS.

Namun, Trump mengonfirmasi bahwa Australia kemungkinan besar akan dikecualikan dari kebijakan tarif ini. Alasannya, AS memiliki surplus perdagangan dengan Negeri Kanguru. “Kami memiliki surplus (perdagangan) dengan Australia, salah satu dari sedikit surplus,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa hubungan dagang AS-Australia tetap menguntungkan karena Australia membeli banyak pesawat terbang dari AS.

Pernyataan Trump ini sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese. Sebelum pengumuman resmi Trump, Albanese menyebut bahwa dalam pembicaraan via telepon, Trump setuju untuk mempertimbangkan pengecualian tarif bagi Australia demi kepentingan kedua negara.

Sepanjang masa jabatannya sebagai presiden AS pada 2017-2021, Trump kerap menggunakan kebijakan tarif tinggi untuk melindungi industri dalam negeri. Ia beralasan bahwa AS menghadapi persaingan tidak adil dari negara-negara Asia dan Eropa. Meski demikian, beberapa mitra dagang utama seperti Kanada, Meksiko, dan Brasil kemudian mendapat kuota bebas bea. Di era Presiden Joe Biden, kebijakan ini diperluas ke Inggris, Jepang, dan Uni Eropa seiring dengan menurunnya kapasitas produksi baja di AS.

Tarif “Timbal Balik” dan Ketegangan Dagang

Dalam perjalanannya ke NFL Super Bowl di New Orleans, Trump menyatakan bahwa ia akan mengadakan konferensi pers dalam beberapa hari ke depan untuk menjelaskan rencana penerapan tarif baru yang disebut sebagai “tarif timbal balik”. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar AS mendapatkan perlakuan yang setara dalam perdagangan internasional.

Salah satu keluhan utama Trump adalah tarif 10% yang dikenakan Uni Eropa (UE) terhadap impor mobil, sementara AS hanya mengenakan tarif 2,5% untuk mobil dari Eropa. Menurutnya, UE mengirim jutaan mobil ke AS setiap tahun, tetapi enggan menerima mobil buatan AS dalam jumlah yang sebanding.

Meski demikian, AS juga menikmati keuntungan dalam tarif perdagangan tertentu. Negara ini memberlakukan tarif 25% untuk truk pikap, yang menjadi sumber keuntungan utama bagi produsen otomotif besar seperti General Motors, Ford, dan Stellantis. Berdasarkan data Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), rata-rata tarif perdagangan AS sebesar 2,2%, lebih rendah dibandingkan dengan India (12%), Brasil (6,7%), Vietnam (5,1%), dan Uni Eropa (2,7%).

Dengan kebijakan tarif terbaru ini, ketegangan perdagangan global diperkirakan akan meningkat. Langkah Trump bisa memicu respons dari negara-negara yang terkena dampaknya, memperburuk hubungan dagang internasional di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *