Internasional

Saudi dan Israel Saling Sindir soal Palestina, Trump Kembali Disorot

×

Saudi dan Israel Saling Sindir soal Palestina, Trump Kembali Disorot

Sebarkan artikel ini
Saudi dan Israel Saling Sindir soal Palestina, Trump Kembali Disorot | Foto: Gino Santa Maria/Shutterstock
Saudi dan Israel Saling Sindir soal Palestina, Trump Kembali Disorot | Foto: Gino Santa Maria/Shutterstock

Jakarta, Politika – Wacana relokasi warga Palestina memicu kecaman dunia, sementara manuver kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut menjadi sorotan.

“Saudi bisa menciptakan negara Palestina di Arab Saudi, mereka punya banyak lahan di sana,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam wawancara dengan Channel 14 Israel pada Kamis (8/2). Pernyataan ini menegaskan kembali sikap Israel yang menolak hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut sebagai respons atas tekanan internasional terkait konflik Israel-Palestina. Pernyataan ini sontak memicu reaksi keras, termasuk dari Arab Saudi. Anggota Dewan Syura Arab Saudi, Yousef bin Trad Al-Saadoun, membalas sindiran Netanyahu dengan menyarankan agar Israel dipindahkan ke Alaska.

“Jika Netanyahu berpendapat bahwa negara Palestina sebaiknya didirikan di Arab Saudi, maka mengapa tidak memindahkan Israel ke Alaska? Jika masih tidak cocok, mungkin nanti bisa berpindah ke Greenland setelah wilayah itu dicaplok,” tulis Al-Saadoun dalam opininya yang diterbitkan oleh surat kabar Saudi, Okaz, dikutip dari Middle East Monitor pada Jumat (9/2).

Selain perseteruan antara Israel dan Arab Saudi, kebijakan Donald Trump di Timur Tengah kembali menuai kritik. Al-Saadoun menilai kebijakan Trump dalam menangani konflik di kawasan tersebut gegabah dan tidak mempertimbangkan saran para ahli. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil Trump cenderung memperburuk situasi dibandingkan mencari solusi yang adil bagi semua pihak.

Isu relokasi warga Palestina memang menjadi perhatian serius komunitas internasional. Banyak negara mengecam langkah-langkah yang dianggap mengabaikan hak rakyat Palestina atas tanah mereka. Kontroversi ini semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, sementara negara-negara besar terus memainkan peran mereka dalam konflik berkepanjangan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *