Berita

RI Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Target Beroperasi 2029

×

RI Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Target Beroperasi 2029

Sebarkan artikel ini
RI Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Target Beroperasi 2029 | Foto : PETER KNEFFEL/PICTURE ALLIANCE via DW
RI Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Target Beroperasi 2029 | Foto : PETER KNEFFEL/PICTURE ALLIANCE via DW

Jakarta, Politika – Pemerintah Indonesia berencana mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang ditargetkan beroperasi pada 2029-2032.

“Pengembangan pembangkit nuklir diupayakan percepatan 2029-2032,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Langkah ini sejalan dengan rencana penambahan kapasitas listrik dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2025-2060. Pemerintah menilai nuklir sebagai solusi untuk mencapai target netral emisi karbon (Net Zero Emission/NZE).

“PLTN menjadi bagian dari bauran energi yang harus diperhitungkan. Kapasitasnya cukup besar untuk mendukung target NZE. Selain itu, beberapa sumber energi lain seperti panas bumi memiliki keterbatasan lokasi di daerah terpencil,” jelas Yuliot.

Meski pemerintah berencana mempercepat pemanfaatan energi nuklir, hingga saat ini belum ada perusahaan yang tertarik berinvestasi dalam proyek ini. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa pemerintah masih mengkaji kapasitas ideal PLTN yang akan dibangun.

“Saat ini belum ada perusahaan yang berminat investasi. Masih dalam tahap perhitungan sistem dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL),” kata Eniya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jumat (7/2/2025).

Rencananya, tahap awal pembangunan PLTN akan dimulai dengan kapasitas 250 Mega Watt (MW) dan akan bertambah 250 MW lagi pada 2033.

“Ke depannya bisa dikembangkan lebih besar. Namun, masih perlu payung hukum seperti Keputusan Presiden (Keppres) dan pembentukan National Energy Program Implementing Organization (NEPIO),” tambah Eniya.

PLTN Berkapasitas Raksasa

Pemerintah juga memiliki rencana ambisius dalam pengembangan tenaga nuklir. Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan kapasitas total PLTN mencapai 4,3 gigawatt (GW).

“Targetnya bisa mencapai 4,3 GW, termasuk Small Modular Reactor (SMR) terapung dan beberapa pusat tenaga nuklir besar masing-masing berkapasitas 1 GW. Ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi perubahan iklim,” ungkap Hashim dalam CNBC Indonesia ESG Sustainability Forum 2025, Kamis (6/2/2025).

Dewan Energi Nasional (DEN) sebelumnya menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 29 lokasi potensial untuk pembangunan PLTN. Jika seluruhnya terealisasi, kapasitas total yang bisa dihasilkan mencapai 54 GW.

Dengan target ambisius ini, pemerintah kini menghadapi tantangan dalam menarik minat investor serta menyusun regulasi yang mendukung implementasi energi nuklir di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *