Politika – Arsenal harus merelakan kesempatan meraih gelar juara Piala Liga Inggris setelah dikalahkan Newcastle United dengan skor 2-0 di leg kedua semifinal. Kekalahan ini memperpanjang puasa gelar Arsenal di kompetisi ini selama 32 tahun.
“Kami memiliki begitu banyak harapan untuk membalikkan keadaan, kami perlu menciptakan momentum, terutama di babak pertama,” kata Mikel Arteta, manajer Arsenal, dikutip dari Football London.
Newcastle United berhasil mengamankan tiket final setelah menang agregat 4-0. Dua gol kemenangan mereka dicetak oleh Jacob Murphy dan Anthony Gordon.
Meskipun Arsenal mendominasi penguasaan bola dengan 65% berbanding 35% untuk Newcastle. Taktik Newcastle United yang bermain lebih defensif dan mengandalkan serangan balik terbukti efektif dalam meredam permainan Arsenal.
Bagi Arsenal, ini adalah kekalahan yang menyakitkan. Mereka terakhir kali menjuarai Piala Liga Inggris pada tahun 1993. Rekor mereka di kompetisi ini juga kurang menggembirakan, hanya mampu meraih dua kemenangan dari delapan kesempatan tampil di final. Terakhir kali mereka mencapai final adalah pada tahun 2018, namun harus mengakui keunggulan Manchester City dengan skor 0-3.
Arteta menambahkan bahwa timnya gagal memanfaatkan peluang untuk mencetak gol di awal pertandingan. “Kami memiliki momen, dua momen besar, dengan Martin [Odegaard], kami tidak memanfaatkan aksi berikutnya,” ujarnya.
Di babak kedua, Arsenal kesulitan untuk menciptakan peluang dan membangun serangan yang efektif. “Permainan mulai menjauh dari kami,” kata Arteta.