Batang, Politika – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,5 miliar untuk membangun tiga jembatan sebagai penghubung guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, menyampaikan bahwa keberadaan tiga jembatan strategis ini telah lama dinantikan oleh masyarakat. Infrastruktur ini sangat dibutuhkan untuk memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. “Alhamdulillah, hari ini kami meresmikan tiga jembatan besar yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup lama. Masyarakat berharap jembatan-jembatan ini bisa segera diperbaiki, dan akhirnya harapan tersebut dapat terwujud setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk ketersediaan anggaran,” ujar Lani Dwi Rejeki dalam peresmian pada Senin (3/2).
Tiga jembatan yang diresmikan adalah Jembatan Surodadi-Madugowongjati di Kecamatan Gringsing, Jembatan Mlagen di Kecamatan Blado, dan Jembatan KKO Harun di Kecamatan Batang. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sehingga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Lani Dwi Rejeki juga mengungkapkan bahwa selama periode 2022 hingga 2024, Pemkab Batang telah menyelesaikan perbaikan sebanyak 20 jembatan. Beberapa jembatan tersebut mengalami kerusakan akibat bencana alam, sementara lainnya sudah tua dan membutuhkan perbaikan mendesak. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang dan mampu terus mendukung sektor ekonomi warga setempat,” tambahnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso, menjelaskan bahwa anggaran pembangunan tiga jembatan ini bersumber dari APBD. Rinciannya, pembangunan Jembatan KKO Harun menghabiskan dana sekitar Rp4,56 miliar dengan panjang 40 meter dan lebar 5 meter. Rekonstruksi Jembatan Mlagen menelan biaya Rp2,93 miliar dengan panjang 28,40 meter dan lebar 5,5 meter. Sementara itu, Jembatan Surodadi-Madugowongjati dibangun dengan anggaran Rp10,05 miliar, memiliki panjang 59,94 meter dan lebar 5,5 meter. “Dalam tiga tahun terakhir, Pemkab Batang telah menyelesaikan perbaikan 20 jembatan. Namun, masih ada sembilan jembatan lain yang kondisinya memprihatinkan dan perlu segera diperbaiki,” ujarnya.
Dengan pembangunan ini, diharapkan akses transportasi semakin lancar dan perekonomian masyarakat Batang semakin berkembang.