Berita

Pembersihan Lumpur Pascabanjir di Pekalongan Belum Rampung

×

Pembersihan Lumpur Pascabanjir di Pekalongan Belum Rampung

Sebarkan artikel ini
Pembersihan Lumpur Pascabanjir di Pekalongan Belum Rampung | (Datuk Haris/detikcom)
Pembersihan Lumpur Pascabanjir di Pekalongan Belum Rampung | (Datuk Haris/detikcom)

Kajen, Politika – Hingga hari ke-14 setelah banjir bandang melanda Kabupaten Pekalongan, pembersihan lumpur di pemukiman terdampak di Kecamatan Wonopringgo dan Kedungwuni masih belum selesai.

“Pembersihan lumpur di beberapa desa yang terdampak banjir bandang masih berlangsung, seperti di Desa Kedungpatangewu ini,” kata salah satu relawan, Handoyo, Senin, 3 Februari 2025.

Tak hanya pemukiman warga, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah juga mengalami dampak parah akibat banjir bandang yang terjadi pada Senin malam, 20 Januari 2025. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN Kedungpatangewu di Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni. Kepala SDN Kedungpatangewu, Saiful Anam, menyatakan bahwa sekolahnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir yang membawa lumpur dan sampah dari Sungai Welo dan Sengkarang. “Kerusakan di sekolah kami sangat parah, hampir semua fasilitas dan perlengkapan rusak,” ujar Saiful.

Menurutnya, saat banjir terjadi, ketinggian air mencapai sekitar 165 hingga 170 sentimeter, menyebabkan hampir semua barang di sekolah mengalami kerusakan. Kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Meski demikian, Saiful mengungkapkan bahwa sekolah telah menerima berbagai bantuan dari relawan dan donatur. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami,” tambahnya. Ia juga berharap bantuan yang diberikan dapat mempercepat pemulihan kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaporkan bahwa tim gabungan telah bekerja membersihkan rumah-rumah warga dan jalan yang tertutup lumpur akibat banjir bandang. Beberapa desa di Kecamatan Wonopringgo dan Kedungwuni menjadi wilayah yang terdampak paling parah, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 3 meter. Selain merendam rumah, banjir juga menyebabkan beberapa bangunan warga hanyut terbawa arus.

Upaya pembersihan melibatkan berbagai pihak, termasuk BPBD Kabupaten Pekalongan, Dinas Perkim LH, PMI, Senkom, Pramuli, Bagana, dan komunitas peduli Pekalongan. Mereka bekerja sama untuk menyingkirkan lumpur dan material yang terbawa banjir.

Selain bantuan material, perhatian juga diberikan kepada anak-anak yang terdampak bencana. Perkumpulan Pengusaha Jasa Boga Indonesia (PPJI) Korwil 6 Pekalongan turut serta dalam upaya pemulihan dengan memberikan hiburan serta donasi berupa alat tulis dan tas sekolah bagi anak-anak di Desa Kedungpatangewu. Langkah ini diharapkan dapat membantu mereka kembali semangat untuk belajar meskipun dalam kondisi sulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *