POLITIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan Maung, kendaraan produksi PT Pindad, sebagai calon mobil listrik nasional. Langkah ini diambil untuk mempercepat transisi energi menuju kendaraan ramah lingkungan dan mendukung target net zero emission pada 2060. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan hal ini usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/1).
“Kita sudah memiliki Maung Pindad, dan ini mungkin akan dikembangkan lebih lanjut. Nanti kita akan bahas lebih detail,” kata Rosan. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Direktur Utama PT Pindad Prof. Sigit Puji Santoso, serta Guru Besar ITB Prof. Brian Yuliarto. Mereka membahas strategi penguatan investasi di industri kendaraan listrik nasional.
Pemerintah tidak hanya fokus pada investasi asing, tetapi juga berkomitmen untuk mengembangkan kendaraan listrik nasional melalui kolaborasi dengan industri pertahanan dalam negeri, seperti PT Pindad. Transformasi Maung menjadi kendaraan listrik diharapkan dapat mempercepat transisi energi terbarukan dan mendorong industri otomotif nasional menuju teknologi yang lebih ramah lingkungan. “Kita sudah berkomitmen menuju net zero emission pada 2060. Presiden Prabowo bahkan berharap target ini bisa tercapai lebih cepat,” tambah Rosan.
Saat ini, PT Pindad sedang mempersiapkan Morino EV, versi listrik dari Maung. Morino EV adalah kendaraan taktis ringan roda empat berbasis listrik yang dirancang untuk mendukung operasi dengan mobilitas tinggi. Kendaraan ini dilengkapi dengan motor listrik bertenaga 160 HP/125 kW, mampu melaju hingga 100 km/jam, dan memiliki baterai berkapasitas 292 V (150.000 mAh) yang dapat menempuh jarak hingga 170 km dalam sekali pengisian.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah meninjau langsung pengembangan kendaraan listrik Maung versi 3 di PT Pindad. Model terbaru ini dikabarkan siap diluncurkan oleh Presiden dalam waktu dekat. Dengan inisiatif ini, Maung berpotensi menjadi mobil listrik nasional yang tidak hanya memperkuat industri otomotif dalam negeri, tetapi juga mendukung visi besar Indonesia dalam percepatan energi hijau.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong penggunaan energi terbarukan. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, memiliki peran penting dalam mencapai target global tersebut. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan industri dalam negeri, Maung Pindad siap menjadi ikon baru mobil listrik nasional yang ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi.