Politika – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” di depan kantor DPRD Daerah Istimewa Yogyakrata, Selasa (25/2).
Para demonstran tersebut menyoroti berbagai persoalan sosial yang dianggap mencederai rasa keadilan masyarakat, seperti permasalahan pagar laut, kelangkaan gas 3 kg, dan berbagai kebijakan lain. Mereka mendesak pemerintah untuk mengubah kebijakan yang dinilai kurang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Selain itu, kebijakan makan bergizi gratis juga menjadi sorotan. Kader HMI dalam aksi ini menilai program tersebut tidak tepat sasaran dan segerah dievaluasi oleh pemerintahan.
“Makan bergizi gratis justru membuang-buang anggaran dan tidak tepat sasaran,” ucap seorang demonstran.
Baca juga: Gelar Aksi Bersama Peserta LK2 dan LKK HMI, Gunawan: Kader Menyikapi Problem Kebangsaan saat ini
Baca juga: Heboh! Soroti Tindakan Kekerasan Oknum Polisi, Badko HMI Jateng-DIY Angkat Bicara
Adapun 8 tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi ini adalah :
- Hapuskan multi fungsi ABRI. Keterlibatan militer di sektor sipil yang berpotensi menciptakan represi dan kehidupan demokratis.
- Cabut Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2025, yang berpotensi mengancam kepentingan rakyat ; pendidikan dan kesehatan.
- Evaluasi total program makan bergizi gratis. Dinilai menghabiskan anggaran negaradan tidak tepat sasaran.
- Rombak Kabinet Merah Putih. Terlalu Gemuk dan isi oleh pejabat korup yang tidak punya kapasitas.
- Reformasi Kepolisian Republik Indonesia. Evaluasi secara menyeluruh untuk tercitanya profesinalisme dan menghilangkan budaya refresif.
- Ciptakan pendidikan gratis ilmiah dan demokratis serta batalkan pemangkasan anggaran pendidikan.
- Cabut proyek strategis nasional bermasalah, wujudkan reforma agraria sejati, hentikan perampasan lahan rakyat.
- Selesaikan problem PKL malioboro oleh Pemkot Yogyakarta.
Sebelumnya HMI Cabang Jogja melaksanakan training pengkaderan yaitu LK2 dan LKK, 2025. Kegiatan tersebut mengusung tema “Peran HMI dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).”
Gelaran LK II dan LKK ini dimulai pada tanggal 17 – 24 Februari 2025 di Balai Besar Pendidikan Penjaminan Mutu Seni dan Budaya Yogyakarta.
Baca juga: Tanggapi Aksi Masa, Sudaryono: Bagian dari Kebebasan Berpendapat
Baca juga: BPI Danantara Diresmikan, Media Asing Bandingkan dengan Temasek
***