Batang, PolitikaBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batang mencatat enam pelanggaran administrasi selama tahapan kampanye Pilkada 2024.
“Sebagai lembaga publik, kami memiliki kewajiban untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait tahapan pilkada. Ya, ada enam laporan yang diterima selama tahapan kampanye Pilkada 2024,” ujar Kepala Bawaslu Kabupaten Batang, Mahbrur, di Batang, Senin.
Menurutnya, laporan tersebut telah dikaji oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk menentukan apakah termasuk unsur pidana atau hanya pelanggaran administratif. Dari hasil kajian, beberapa pelanggaran direkomendasikan untuk ditertibkan, sementara lainnya tidak terbukti.
Dalam acara Publikasi Kinerja Pengawasan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Batang, Mahbrur mengungkapkan bahwa enam pelanggaran administrasi tersebut mencakup pemasangan alat peraga kampanye yang tidak sesuai dengan desain dan materi yang telah ditetapkan. Pelanggaran ini direkomendasikan untuk ditertibkan agar sesuai dengan aturan yang berlaku.
Selain itu, ada juga kasus terkait netralitas kepala desa, perusakan alat peraga kampanye di Kecamatan Warungasem, pemalsuan dokumen sebagai syarat pencalonan, serta pemasangan spanduk provokatif. Namun, setelah dikaji lebih lanjut, tidak semua laporan terbukti sebagai pelanggaran yang memerlukan tindakan lebih lanjut.
Mahbrur menegaskan bahwa secara keseluruhan tahapan kampanye Pilkada 2024 di Kabupaten Batang berjalan lancar. Tidak ada pelanggaran yang sampai ke tahap pengadilan atau memerlukan penanganan oleh kepolisian.
Sementara itu, Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, memberikan apresiasi kepada Bawaslu atas pengawasan yang telah dilakukan sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan Pilkada. Ia menilai bahwa kinerja Bawaslu sangat baik dalam memastikan setiap tahapan berjalan sesuai regulasi.
“Bawaslu telah menjalankan fungsi pengawasannya dengan baik, baik terhadap peserta pemilu maupun masyarakat. Alhamdulillah, setiap tahapan Pilkada 2024 berlangsung dengan tertib karena Bawaslu juga melakukan pendekatan preventif dan edukasi secara maksimal,” katanya.