Blora, Politika – Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini sepi tanpa aktivitas penerbangan.
“Bandara ini sempat beroperasi dengan harapan meningkatkan konektivitas dan perekonomian wilayah Blora dan sekitarnya. Namun, minimnya jumlah penumpang membuat maskapai berhenti melayani rute dari dan ke bandara ini,” kata seorang sumber yang mengetahui kondisi bandara.
Bandara Ngloram diresmikan oleh pemerintah pada Desember 2021 setelah melalui proses pembangunan ulang dengan anggaran mencapai Rp 132 miliar dari APBN. Awalnya, bandara ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat Blora dan sekitarnya yang ingin bepergian menggunakan pesawat tanpa harus ke Semarang atau Surabaya.
Namun, setelah peresmian, operasional bandara tidak berjalan seperti yang diharapkan. Maskapai seperti Wings Air dan Citilink sempat melayani penerbangan, tetapi akhirnya menghentikan operasinya karena tingkat keterisian penumpang yang rendah. Citilink, misalnya, hanya beroperasi selama dua bulan dengan jadwal penerbangan dua kali seminggu, yaitu setiap Rabu dan Jumat.
Pantauan pada akhir Januari 2025 menunjukkan bahwa bandara ini kini tampak lengang. Area terminal terlihat sepi, pintu keberangkatan tertutup, dan lampu di dalam terminal dimatikan. Beberapa bagian bandara mulai menunjukkan tanda-tanda kurangnya perawatan, seperti atap yang bocor dan air yang merembes saat hujan. Salah satu akses jalan menuju bandara bahkan sudah ditutup dengan portal.
Meski belum bisa dikategorikan sebagai bandara terbengkalai, faktanya Bandara Ngloram sudah beberapa bulan tidak melayani penerbangan komersial. Hal ini menimbulkan tanda tanya, mengingat pembangunan bandara ini telah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit.
Bandara Ngloram sebelumnya dimiliki oleh Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero), yang digunakan untuk menunjang operasional perusahaan. Namun, bandara ini berhenti beroperasi sejak 1984. Pada 2018, Kementerian Perhubungan mulai melakukan pembangunan kembali, yang rampung pada November 2021. Saat peresmian, pemerintah optimistis bandara ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat Blora agar tidak perlu pergi ke kota lain untuk menggunakan transportasi udara.
Bandara Ngloram memiliki luas sekitar 27 hektar dengan landasan pacu sepanjang 1.500 meter x 30 meter, taxiway 142 meter x 23 meter, dan apron 90 meter x 60 meter. Bandara ini dirancang untuk bisa didarati pesawat jenis ATR 72 dan memiliki terminal seluas 3.526 meter persegi dengan kapasitas hingga 210.000 penumpang per tahun.
Kini, masa depan Bandara Ngloram masih menjadi tanda tanya. Apakah akan kembali beroperasi atau justru benar-benar berhenti berfungsi? Waktu yang akan menjawab.