Jakarta, Politika – Tol Probolinggo-Banyuwangi menjadi bagian terakhir yang perlu dirampungkan untuk melengkapi jaringan Jalan Tol Trans Jawa sepanjang 1.232,78 kilometer.
Dikutip dari laman Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi memiliki panjang sekitar 176,40 Km dan diperkirakan akan rampung sepenuhnya setelah tahun 2025.
Menurut Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT) Proyek ini terbagi menjadi dua tahap konstruksi, dengan nilai investasi sekitar Rp 23,39 triliun. Saat ini, proses pembangunan baru berjalan pada konstruksi tahap 1.
Konstruksi tahap 1 terbagi menjadi beberapa seksi, dengan progres pembebasan lahan dan konstruksi yang berbeda-beda. Ditargetkan seksi-seksi tersebut akan selesai konstruksi pada kuartal I-III 2025.
Sementara itu, pembangunan tahap 2 ruas Besuki-Banyuwangi sepanjang 126,72 km belum memasuki tahap konstruksi maupun pembebasan lahan.
Adapun ruas Besuki-Banyuwangi ini terdiri dari beberapa seksi, antara lain Seksi 4 Besuki-Situbondo (43,30 km), Seksi 5 Situbondo-Asembagus (16,76 km), Seksi 6 Asembagus-Bajulmati (37,45 km) dan Seksi 7 Bajulmati-Banyuwangi/Ketapang (29,21 km).
Ditargetkan konstruksinya baru akan selesai setelah tahun 2025. Dengan demikian, Tol Trans Jawa akan tersambung penuh dari Merak, Banten, hingga Banyuwangi, Jawa Timur, setelah tahun 2025.