Jakarta, Politika – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menawarkan pendanaan modal awal hingga Rp 500 juta bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mitra.
Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), Eliza Mardian, menekankan pentingnya mempermudah persyaratan agar UMKM dapat memanfaatkan program ini. “Semakin banyak persyaratan hanya akan menyulitkan UMKM skala kecil dan ultra mikro untuk berkembang. Program ini seharusnya menjadi peluang bagi mereka untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” jelas Eliza, Selasa (28/1).
Program MBG dinilai mampu menggerakkan UMKM yang sebelumnya tidak terlibat dalam proyek pemerintah. Selain itu, rencana pendanaan ini dapat membantu UMKM yang sebelumnya sulit mengakses perbankan menjadi lebih layak mendapatkan pinjaman (bankable). Namun, keberhasilan ini memerlukan pendampingan dan peningkatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM.
Eliza juga menyarankan skema pembiayaan yang berkelanjutan, misalnya dengan sistem rotasi agar UMKM dapat bergantian menerima pendanaan. Ia mengingatkan agar tidak ada UMKM yang sudah mendapatkan pinjaman, tetapi tidak lagi ditunjuk sebagai mitra MBG pada periode berikutnya. “Pemerintah harus menentukan apakah skema rotasi akan diterapkan atau penunjukan mitra bersifat permanen,” tambahnya.
Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), menyoroti pentingnya pengawasan dalam pemanfaatan dana ini. Ia mengingatkan agar dana yang dikucurkan sesuai kebutuhan dan tidak disalahgunakan. “Jika UMKM hanya menjadi vendor MBG dalam waktu singkat tetapi menerima kredit melebihi kebutuhannya, ada risiko dana tersebut digunakan untuk hal lain,” ujarnya.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, sebelumnya menyatakan bahwa pencairan modal usaha awal dapat dilakukan melalui surat penunjukan atau dokumen serupa yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia berharap dana tersebut dapat membantu mitra membeli bahan baku untuk MBG selama tujuh hari pertama. “Bank akan memberikan bridging untuk modal usaha mereka,” kata Maman dalam acara Pira Berdaya Gerindra Berjaya di Jakarta Selatan, Sabtu (25/1).
Maman menambahkan bahwa bank-bank Himbara, seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, turut serta dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung program ini.
Syarat Bantuan Modal MBG Harus Dipermudah Untuk menggerakkan UMKM
