Magelang, Politika – Pedagang Sentra Kerajinan dan Makanan Borobudur (SKMB) kembali menggelar aksi protes di sekitar Museum dan Kampung Seni Borobudur pada Rabu (29/1). Mereka menuntut hak untuk berjualan di lokasi tersebut setelah sebelumnya direlokasi.
“Tuntutan kita masuk MKSB dengan merdeka, tidak di bawah koperasi yang lain. Kita ditempatkan di blok yang sama, tidak terpisah-pisah. Intinya kita mulai besok (Kamis) sudah bisa masuk (jualan),” kata Ketua SKMB, Muhammad Zulianto seusai dialog di MKSB, Rabu (29/1/2025).
“Kita sudah disediakan sama Pak Mardijono (Direktur TWB), bahwa besok (Kamis) kita bisa menempati KSB (Kampung Seni Borobudur). Kita mandiri, tidak di bawah koperasi yang lain,” sambung dia.
Ketua SKMB, Muhammad Zulianto, mengatakan bahwa pihaknya sudah menunggu berbulan-bulan untuk bisa kembali berjualan dan merasa janji yang diberikan oleh pihak pengelola Taman Wisata Borobudur (TWB) belum ditepati.
Direktur TWB, Mardijono Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi para pedagang untuk berjualan, namun perlu dilakukan verifikasi data terlebih dahulu. “Kami akan fasilitasi mereka (SKMB) yang membutuhkan untuk dapat di sini ” ujar Mardiono.
Sebelumnya, aksi serupa juga pernah dilakukan pada Desember 2024 dengan tuntutan yang sama.