Jakarta, Politika – Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan saham selama tiga hari dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Tahun Baru Imlek. Berdasarkan kalender jadwal libur BEI, perdagangan saham akan ditutup mulai Senin (27/1) hingga Rabu (29/1) dan kembali dibuka pada Kamis (30/1).
Isra Miraj diperingati pada Senin (27/1), sementara Tahun Baru Imlek jatuh pada Rabu (29/1). Selasa (28/1) ditetapkan sebagai hari libur cuti bersama terkait Tahun Baru Imlek, sehingga total penutupan perdagangan saham berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Pada bulan Januari 2025, jumlah hari bursa aktif tercatat sebanyak 19 hari. BEI memastikan bahwa bulan berikutnya, Februari, tidak ada jadwal libur, sehingga perdagangan saham akan berjalan normal selama sebulan penuh.
Selama pekan perdagangan terakhir, 20-24 Januari 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.166,056. IHSG mengalami kenaikan tipis sebesar 0,16 persen dibandingkan level pekan sebelumnya di angka 7.154,658.
Namun, nilai kapitalisasi pasar Bursa mengalami penurunan sebesar 0,08 persen, dari Rp 12.472 triliun menjadi Rp 12.462 triliun. Penurunan juga tercatat pada frekuensi transaksi harian yang turun sebesar 9,46 persen, dari 1,40 juta kali transaksi menjadi 1,27 juta kali transaksi.
Investor asing turut mencatatkan nilai jual bersih sepanjang pekan lalu. Pada Jumat (24/1) saja, nilai jual bersih yang dicatatkan mencapai Rp 571,49 miliar. Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2025 hingga saat ini, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 3,61 triliun.
BEI mengimbau seluruh pelaku pasar untuk memperhatikan jadwal perdagangan selama libur nasional ini agar dapat menyesuaikan strategi investasi mereka dengan baik. Penutupan sementara ini diharapkan tidak mengganggu aktivitas investasi jangka panjang.