Ketua MPR RI Ahmad Muzani menekankan pentingnya peran pesantren dalam pendidikan di Indonesia, bahkan sebelum kemerdekaan. Menurutnya, bangsa Indonesia berhutang budi kepada pesantren karena telah melakukan pendidikan bagi anak bangsa sejak dulu ยน.
Hal ini disampaikannya dalam seminar nasional bertajuk “Strategi Penguatan dan Pengembangan SDM Unggul untuk Penguatan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam Menyongsong Indonesia Emas 2045” di Gedung MPR RI, Jakarta. Muzani juga mengapresiasi peran dan kontribusi Assalam Fil Alamin (ASFA) dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) di pesantren.
Muzani menekankan bahwa negara akan meningkatkan perhatian terhadap upaya serupa dan hal ini dapat menjadi benchmark bagi berbagai pihak untuk memikirkan kelangsungan pesantren di masa depan. Ia juga menyebutkan bahwa ASFA Foundation memberikan beasiswa kepada 508 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri.
Selain itu, Muzani mengingatkan bahwa baik pesantren modern maupun pesantren salafiyah atau tradisional harus menekankan kepada pengabdian bagi bangsa dan negara. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid juga mengingatkan akan tantangan besar pada degradasi moral generasi muda bangsa Indonesia, seperti judi online dan narkoba.
Ketua ASFA Foundation Komjen Syafruddin menjelaskan bahwa pembangunan SDM ke depan mesti disiapkan dengan serius dan dikerjakan secara bersama-sama dalam semangat sinergi dan kolaborasi. Ia juga menekankan pentingnya peran lembaga filantropi guna mendukung gerakan penguatan SDM ini.