Februari 28, 2021

No Comment Dikira Setuju, Partai Golkar Tegaskan Tolak Pelantikan Wabup Bekasi

Share This Story !

Kabupaten Bekasi-Senin 15/02/2021
Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bekasi menegaskan sikapnya terkait Pemilihan Wakil Bupati Bekasi sisa masa jabatan 2017-2022. Sejak awal, partai beringin ini menolak pemilihan orang nomor dua di Kabupaten Bekasi ini lantaran tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Penegasan ini pun sekaligus membantah pernyataan yang disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik yang menyebut Fraksi Golkar mendukung pelantikan wakil bupati terpilih.

“Nah, terkait Pilwabup saat itu saya mengatakan no comment sesuai arahan dari Ketua Fraksi karena soal wakil bupati sudah menjadi kewenangan partai kami, bukan kewenangan saya atau Ketua Fraksi. Harusnya ketua dewan tuh mengerti dong maksud dari no comment itu, bukan malah menyimpulkan malah menyetujui,” kata Wakil Ketua Fraksi Golkar, Sunandar, Senin (15/2).

Sunandar mengaku menjadi perwakilan fraksi saat rapat pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi, pekan lalu.
Setidaknya rapat tersebut membahas tiga materi yaitu; pertama, Surat BUpati Bekasi No 500/307/Rek Perihal permohonan persetujuan DPRD Kabupaten Bekasi terkait dengan pengakhiran kerja sama tentang kepemilikan dan pengelolaan air minum Bekasi.

Kedua, surat nomor 005/TL-PILWABUP-DPRD/II/2021 tindak lanjut DPRD Kabupaten Bekasi terkait pengesahan dan pengangkatan Wakil Bupati Bekasi terpilih. Ketiga, pembahasan pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Bekasi.

Dari ketiga materi yang dibahas, kata Sunandar, Fraksi Golkar menyetujui dua materi yakni yang pertama dan yang ketiga. Sedangkan materi bahasan kedua, tentang wakil bupati, Sunandar menyatakan Fraksi Golkar memilih tidak menanggapinya.

Sikap itu, lanjut dia, diambil karena sejak awal partainya tidak mendukung pelaksanaan Pilwabup yang tidak sesuai ketentuan.

“Jadi buat apa ditanggapi. No comment karena memang apa yang mau dikomen karena sejak awal memang kami tidak setuju tentang pilwabup. Bukan no comment berarti menyetujui,” ucap dia.

Penegasan sikap itu, lanjut Sunandar, tertuang dalam notulensi rapat, baik tertulis maupun rekaman suara. Hasil rapat pimpinan pun langsung disampaikan ke fraksi dan ke partai.

Dia pun menyayangkan tentang apa yang disampaikan ke publik berbeda dengan pembahasan saat rapat.

“Tentang pemberitaan (Golkar menyetujui pelantikan wakil bupati) itu juga saya tidak tahu kenapa jadi begitu. Hasil rapatnya berbeda. Saya berharap tentu ada perbaikan informasi yang disampaikan agar tidak menjadi polemik,” tandasnya.

CAPTION: Wakil Ketua Fraksi Golkar, Sunandar
By SEPRIYANTO
(Brn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *