Februari 28, 2021

Bupati Kabupaten Bekasi bersama Kapolres Sambangi Langsung wilayah Terdampak Banjir

Share This Story !

Kabupaten Bekasi- Rabu 10/02/2021

Sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi terendam banjir akibat curah hujan yang sangat beberapa hari lalu.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninjau langsung lokasi banjir dibeberapa daerah seperti di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin.

Diketahui hingga saat ini Selasa 9 Februari 2021 dengan ketinggian air 30 sampai 150 sentimeter atau setara dengan seleher orang dewasa.

“Memang curah hujan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan banjir,” kata Bupati Bekasi saat meninjau warga terdampak banjir di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, (9/2).

Sebanyak 13 kecamatan terdampak banjir itu di antaranya Kecamatan Cibitung, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cikarang Utara, Cabangbungin, Pebayuran, Sukawangi, Sukakarya, Cikarang Timur, Sukatani, Babelan, Kecamatan Muaragembong dan Kedungwaringin.

“Secara prinsip pemerintah sudah siap menghadapi musibah banjir yang melanda dibeberapa wilayah pada musim hujan awal tahun 2021 ini,” ungkapnya.

Kita sudah menginstruksikan tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta aparatur perangkat kecamatan dan desa untuk memetakan wilayah rawan banjir dan bencana alam lain.

“Kami telah menyiapkan posko-posko pengungsian banjir, dapur umum, serta posko kesehatan di titik rawan banjir,” ucapnya.

Kata dia , kita sudah berupaya mencegah terjadinya banjir dengan melakukan normalisasi sungai yang berpotensi meluap seperti kali Ciherang, Kali Jambe, hingga Kali Ulu sejak tahun lalu.

“Ke depan sudah kami prioritaskan pembangunan tanggul disekitar sungai di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kedungwaringin Asan Asari menyapaikan peninjauan Bupati Bekasi ke Desa Bojongsari untuk melihat situasi banjir dan warga yang terdampak akibat bencana alam ini.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Kedungwaringin akan membuat trobosan yang langsung disampaikan ke Kementrian Dalam Negri (Kemendagri) terkait pembangunan turap di bantaran Kali Citarum,” tuturnya.

Agar tidak tidak lagi terjadinya banjir musiman ini, kata dia, kita sampaikan langsung ke Kemendagri khusus perbaikan tanggul atau turap di sepanjang Kali Citarum.

“Mengingat musibah bencana alam ini dibarengi pandemi Covid 19, oleh karena itu kami imbau warga agar selalu menerapkan 3M,” ujarnya.

Masyarakat diharapkan agar sesalu menjaga kesehatan dan keselamatan walaupun dalam kondisi banjir.

“Adapun tempat pengungsian juga tidak lepas dari protokol kesehatan Covid 19 agar lebih aman dan terkendali,” pungkasnya

(c.brn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *