Januari 17, 2021

Warga Kosambi Keluhkan Bau Menyengat, Diduga Bekas Produksi Baso Samba Yang Dibuang Sembarangan Di Danau Samba

Share This Story !

Politika.com Jum,at 25/12/2020||

Bekasi, – Masyarakat Desa Suka Asih Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi, Merasa Resah dengan adanya bau menyengat yang diduga dari salah satu tempat bekas danau wisata samba yang saat ini sudah tidak berfungsi lagi.

Dari hasil sidak Kepala Desa diduga perusahaan pembuatan baso yang sengaja membuang usus-usus hewan dan bulu ayam di tempat tersebut, dan menyebabkan bau menyengat.





Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga sekitar GL yang menyebut bau tersebut menyengat seperti bau bangkai binatang, menurutnya bau tersebut sangat mengganggu, terlebih jika angin mengarah ke perkampungan.

“Baunya nyengat banget, kaya bau bangke dah, kalo anginnya lagi ke sini, ampe enek bang”, Ujad GL kepada media.

Disisi lain Kepala Desa Suka Asih Nadih Joih saat di tanya politika.com membenarkan keluhan warganya terkait adanya bau menyengat disekitar kampung Kosambi, Desa suka Asih, Nadih menyayangkan pengolahan sampah perusahaan baso tersebut di buang sembarangan.

“Ya… Memang saya juga sudah mendapat laporan tersebut, untuk tindakan lebih jauh terkait sumber bau tersebut, kita sudah berkoordinasi baik dengan Polsek sukatani maupun Kecamatan Sukatani, yang jelas selaku Kepala Desa saya minta Perusahaan samba segera menangani hal ini”, Ujarnya.

Anggota Komisi III Fraksi Partai Gerindra Husni Tamrin, yang turut memantau kelokasi, menyesalkan kondisi tersebut menyebut, jika gangguan tersebut harus ditindaklanjuti secara tuntas, mengingat bau tersebut dapat mengganggu warga sekitar danau tersebut, dirinya meminta pihak perusahaan agar segera membereskan permasalahan limbah sisa produksi tersebut.

“Ya harus segera selesaikan, memang bau menyengat tersebut betul dari salahsatu tempat wisata, kan setiap pembuangan limbah ada prosedurnya, tidak bisa sembarangan, jangan sampai masalah limbah bekas produksi ini malah mengganggu masyarakat, saya minta pemilik perusahaan segera membereskan masalah limbah tersebut”, Ujar Anggota DPRD dari dapil V tersebut.

Makmur (Kolor) Karyawan baso samba mengakui adanya pembuangan jeroan hewan di tempat tersebut, namun dirinya mengaku sampah dari jeroan hewan tersebut langsung dibakar.

“Memang kita buang jeroan usus disini, semenjak ada keluhan warga, kita udh bakar”, sangkalnya.

(De2. Brn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *