April 15, 2021

Masih Diblokir, Peserta BLT UMKM Banpres PNM Mekar di Cikarang Resah

Share This Story !

BEKASI – Selasa 15/12/2020

Program bantuan Presiden (banpres) produktif usaha mikro Rp 2,4 juta bermasalah di wilayah Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Sejumlah peserta mengaku kesulitan mencairkan dana tersebut ke pihak BNI dengan alasan masih terblokir dan harus didampingi pengurus PNM Mekar yang ada di kecamatan Cikarang Timur. Kabarnya, jika dana tidak terserap hingga per tanggal 15 Desember 2020, maka dana twrsebut tidak dapat dicairkan dan dikembalikan ke pemerintah.

Salah satu peserta PNM

Mekar, Mimin Mintarsih mengaku telah menerima buku rekening BNI dan tercatat sebagai peserta PNM Mekar dari wilayah Desa Pasir Tanjung. 

“Saya telah menerima buku rekening BNI tersebut dari ibu Nopi sejak 2 bulan yang lalu namun saat datang ke BNI masih terblokir dan tidak bisa diuangkan. Alasan pihak BNI, pencairannya harus didampingi perwakilan PNM Mekar masing masing wilayah,” kata Mimin Mintarsih.

Dia beberapa kali menanyakan hal tersebut kepada pengurus PNM Mekar di desanya, namun tak pernah diatensi. “Jangankan untuk mendampingi ke BNI, komunikasi dengannya pun sangat sulit dan pasif,” kata Mimin. 

Secara terpisah, pengurus PNM Mekar di wilayah Desa Pasirtanjung, Sofi menolak untuk menjelaskan terkait tidak bisa dicairkannya dana BLT UMKM bantuan Presiden (banpres) produktif usaha mikro Rp 2,4 juta yang dikelola PT Permodalan Nasional Madani (Persero). 

Dirinya pun menolak mendampingi peserta penerima dana BLT UMKM ke BNI dengan alasan harus konfirmasi kepada atasannya.

“Saya harus konfirmasi ke atasan saya ibu Nopi, silahkan mas tanyakan ke dia,” kelitnya dalam percakapan via WhatsApp nomor +62 882-1229-7995.

Hal senada disampaikan Nopi, pengurus PNM Mekar di wilayah Kecamatan Cikarang Timur saat dihubungi Mitranews.net via seluler ke nomor WhatsApp +62 812-8410-0800, Selasa (15/12/2020). Novi mengaku tidak bisa mendampingi satu persatu peserta PNM Mandiri untuk datang ke BNI.

“Ribuan pak pesertanya dan saya juga banyak urusan yang lain, sehingga tidak bisa mendampingi satu persatu ke BNI,” ungkapnya.

Namun Nopi tidak bisa menjelaskan pola penyaluran dana banpres tersebut agar dapat diserap oleh semua peserta PNM Mekar yang sudah terdaftar. “Saya sibuk pak ga ada waktu untuk mengurusi mereka satu persatu,” kata Nopi. 

Adapun terkait isu tidak bisa diserapnya dana BLT UMKM yang dikelola PT PNM  jika peserta masih tidak kunjung membuka blokir di BNI, Nopi membantahnya. 

“Isu itu tidak benar dan saya sangat sibuk sehingga tidak bisa mendampingi setiap peserta ke BNI,” ucapnya. 

Sementara itu, dilansir dari situs PNM, pihak Pengembangan dan Legal PT PNM, Rahfie Syaefulshaaf menyatakan

bahwa proses penyaluran BLT UMKM melalui PNM sangat panjang. Namun jika meski alurnya sangat panjang, dipastikan bantuan ini akan tetap disalurkan kepada para penerima. 

“Terutama bagi mereka yang sudah menerima buku rekening BNI,” jelasnya. Saat ini jumlah penerima Banpres di PNM mencapai 4.060.000 dari target 5,9 juta nasabah. Status dalam proses 4,6 juta dan sisanya disalurkan kemudian.

Berikut adalah proses penyaluran dana BLT UMKM melalui PNM Mekar. 

  1. PNM mengirimkan data para penerima bantuan ke Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM.
  2. Kemenkop memverifikasi syarat penerima seperti WNI dan ada bukti memiliki usaha produktif.
  3. Kemenkop menyerahkan data kepada Bank BNI
  4. BNI lalu mengembalikan data ke Kemenkop setelah data sudah diperiksa.
  5. Setelah diperiksa BNI data itu diberikan ke Kemenkop untuk dilakukannya SIKP atau sistem informasi kredit program melalui Kemenkeu.
  6. Kemenkop mengirimkan atau mengajukan surat perintah membayar ke Kantor Perbendaharaan Negara (KPN) sebagai dasar penerbitan surat perintah pencairan dana. Surat itu juga sebagai langkah untuk dikeluarkannya rekening penampung atau rekening pemerintah lainnya.
  7. Setelah mengeluarkan rekening penampung kemudian diserahkan ke BNI untuk diserahkan kepada para penerima banpres yang diajukan PNM.
    (Mitranews.net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *