Share This Story !

BEKASI – Sebagai Kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara, penanganan sampah di Kabupaten Bekasi harus ditangani secara profesional agar tidak mencemari lingkungan. Berdirinya bank sampah merupakan kebutuhan masyarakat dan Industri sebagai bentuk partisipasi dalam pengelolaan sampah.

“Bank Sampah Benteng Kreasi dan Bekasi Recycle Centre berupaya membantu pemerintah dalam menangani sampah, termasuk sampah non-B3. Program Bank Sampah Benteng Kreasi dan Bekasi Recycle Centre merupakan suatu jawaban komprehensif dengan menekankan partisipasi masyarakat sekitar,” ujar CEO PT Indonesia Waste Managemen Solution, Wilda Yanti kepada awak Media, Sabtu (14/11/2020).

Wilda menambahkan, sistem pengelolaan sampah dan limbah dengan lembaga tersebut menekankan pada penggunaan teknologi tepat guna dan padat karya.

“Yang penting warga sekitar dapat bekerja dan memperoleh penghasilan,” ucapnya.

Berkaitan dengan perijinan Bank Sampah, Benteng Kreasi dan Bekasi Recycle Centre memulai ijin lingkungan dari warga sekitar, RT/RW, kelurahan dan kecamatan sesuai mekanisme. Selanjutnya, proses yang ditempuh meminta pengarahan dan ijin Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

Format dan ketentuan pembentukan Bank Sampah mengikuti Permen LH No. 13/2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, Recycle melalui Bank Sampah pasal 7 (ayat 2) huruf c Permen No. 13/2012, kebijakan pembentukan dan implementasi pengintegrasian antara Bank Sampah dengan Penerapan EPR (Extended Producer Responsibility).

“Pasal 7 (ayat) huruf e menyatakan: Pengembangan Kerjasama International dalam pelaksanaan Bank Sampah,” tetang Wilda.

Oleh karena itu, lanjutnya, berkaitan dengan EPR tersebut, corporate atau perusahaan dan pemerintah harus mendukung dan memerlukan kolaborasi dan sinergi secara nyata.

“Sebagaimana yang dilakukan PT. Fajar Surya Wisesa Tbk melakukan kerjasama dengan Bank Sampah Benteng Kreasi dan Bekasi Recycle Centre serta PT. Xaviera Global Synergy dan PT. Indonesia Waste Management Solution,” ungkap Wilda.

Dia menambahkan bahwa tersebut merupakan mandat UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah dan UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Oleh karena itu kegiatan ini mendukung penuh dan merupakan realisasi kebijakan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” jelasnya.

“Saat ini Bank Sampah Benteng Kreasi dan Bekasi Recycle Center sudah tahap edukasi masyarakat untuk pemilahan sampah, sudah merekrut lima puluhan tenaga kerja yang berasal dari warga setempat dan melakukan proses perekrutan tenaga kerja bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Kalijaya dan tokoh masyarakat.

“Harapan kami, program ini menjadi Pilot Project Nasional untuk pengelolaan sampah sinergi dan kolaborasi antara Bank sampah, dunia usaha dan pemerintah melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI,” pungkasnya. (BRN)

By Politika

https://youtu.be/ok4Pu43LmVU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *