Share This Story !

Beredar kabar jika Trump menolak kekalahannya maka berdampak sangat besar, termasuk kemungkinan adanya kematian Joe Biden. Para pengamat politik lantas menyatakan jika Joe Biden memenangkan pilpres tetapi kemudian meninggal, maka wakilnya Kamala Harris akan menjabat sebagai presiden dan kemudian berkantor di Oval Office sebagai presiden wanita AS pertama hingga pilpres berikutnya.

AS – Donald Trump panik dengan kekalahannya dari Joe Biden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020, Selasa, 3 November 2020. Pilpres ini merupakan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden AS empat tahunan yang ke-59 dengan dua calon. Masing-masing adalah calon petahana Donald Trum dari Partai Republik dan Joe Biden dari Partai Demokrat.

Melansir The New York Times (NYT), Kamis (5/11), perolehan suara electoral votes Joe Biden mengalahkan Donald Trump di sejumlah negara bagian. Salah satunya di Arizona, di mana proses penghitungan berlangsung dan merupakan lumbung suara Partai Republik pengusung Trump.

Menyadari kekalahannya, Trump langsung menghubungi sejumlah gubernur dari Partai Republik dan memarahi mereka karena dinilai gagal ‘memerahkan’ basis suara yang selama ini menjadi lumbung Partai Republik.

Amarah Trump berujung pada klaim kemenangan dan tudingan indikasi kecurangan. Pidato itu disampaikan dari Gedung Putih pukul 02.30 waktu setempat.

Gubernur Arizona, Doug Ducey, berusaha meyakinkan para pejabat dan staf kampanye Trump bahwa masih ada suara pendukung Republik yang belum dihitung di sana.

Kemudian, penasihat politik Trump, Jason Miller, berupaya menghubungi stasiun televisi Fox News untuk mencabut klaim kemenangan di Arizona. Melalui akun twitternya, Miller mempertanyakan keabsahan hasil penghitungan di Arizona yang dilakukan Fox News. 

Namun hal ini ditanggapi dengan penolakan pihak Fox News melalui siaran langsung dengan Arnon Mishkin, kepala pengambil keputusan. Tak lama kemudian, Associated Press juga menyebut kemenangan Biden di Arizona.

Melihat kenyataan tersebut, Trump terus menerus melakukan serangan pada proses penghitungan suara di Twitter pada Rabu, beberapa jam setelah muncul di Gedung Putih. Trump menyatakan kemenangan Biden dalam pemilihan masih jauh dari yang diputuskan.

Baik Facebook dan Twitter menandai banyak kiriman atas kemenangan Biden, dan Trump menganggap hal itu promosi klaim yang menyesatkan. Pernyataan Trump berujung penghapusan akun pendukung Donald Trump yang dinilai melakukan penyesatan informasi.

Aksi Trump tidak sebatas itu. Dia dan pendukungnya melakukan aksi demo di tiap-tiap kota.

Pendukung Trump yang tersebar di negara bagian AS memperingatkan akan melakukan demo dalam skala besar jika Presiden Donald Trump kalah di Pilpres AS 2020.

Seperti diketahui, dalam sistem pemilu AS, pemenang pilpres didasarkan pada suara elektoral terbanyak. Jumlah suara elektroral di setiap negara bagian AS berbeda jumlahnya, tergantung jumlah populasi.

Kandidat yang menerima mayoritas dari 538 suara elektoral atau dengan kata lain minimal 270 suara elektoral akan memenangkan pemilu.

Hingga saat ini hasil perhitungan sementara suara elektoral Joe Biden telah melampaui batas suara pemenangan. 

Joe Biden dan pasangannya hanya tinggal menunggu dilantik sebagai presiden dan wakil presiden di US Capitol, Washington DC pada 20 Januari 2021 mendatang.

Sementara itu beredar kabar jika Trump menolak kekalahannya maka berdampak sangat besar, termasuk kemungkinan adanya kematian Joe Biden.

Lantas para pengamat politik menyimpulan itu kemungkinan terjadi, dan jika Joe Biden memenangkan pilpres tetapi kemudian meninggal, maka wakilnya akan menjabat sebagai presiden. 

Kamala Harris kemudian berkantor di Oval Office sebagai presiden wanita AS pertama hingga pilpres berikutnya. (Brn)

By Politika

https://youtu.be/ok4Pu43LmVU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *