Share This Story !

JAKARTA – Penampakan yang tidak biasa terlihat di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (21/10/2020). Sebanyak 9 manusia berpakaian Batman terlihat berjoget ria menari di depan PN Jakarta Utara.

Advokat Natalia Rusli, SH selaku Founder Master Trust Lawfirm mengatakan manusia Batman hadir untuk merayakan kemenangannya dalam perkara nomor 445/PDT G/2020 PN JktUt.

“Pemohon gugatan terhadap Pabrik sarang burung Walet, PT Fortune Nestindo sukses di sidang awal,” ungkap Suhadi, salah satu pengacara dari kantor Advokat Natalia Rusli, SH.

Keberadaan Batman juga dimaksudkan agar Majelis Hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH tidak terkena jebakan betmen dari pihak pemohon atas pengacara Suhadi yang meminta laporan keuangan.

Pihak avokat Natalia juga menganggap bahwa permohonan yang diajukan pengacara Suhadi di PN Jakarta Utara untuk mensiasati adanya jebakan betmen dilakukan PT FNS.

“Kedatangan para betmen adalah karena permintaan “jebakan betmen” diterima atau dikabulkan oleh Hakim Tumpanuli Marbun, SH yang mengadili dan mengabulkan permohonan permintaan laporan keuangan atas ajuan klien kami,” ungkapnya.

Pihaknya menilai perbuatan PT FNS yang tidak mau membuat dan memberikan laporan keuangan adalah perbuatan melawan hukum, khususnya pasal 100 UU No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

“Jadi tentunya hakim tidak mau ikut serta apalagi dengan melakukan pembiaran seperti terjadinya pelanggaran hukum”.

“Tentunya sebagai aparat penegak hukum, hakim wajib meluruskan sesuatu yang salah san sudah sangat tepat jika hakim berani tegas walaupun yang dikalahkan adalah perusahaan sarang burung walet besar,” pungkasnya.

Hal senada dilontarkan Advokat Bryan Roberto Mahulae bahwa hakim sudah tepat membuat keputusan. “Klien kami selaku komisaris dalam perusahaan memegang tiga puluh persen saham namun tidak boleh melihat data keuangan dan tidak pernah mendapatkan laporan keuangan selama empat tahun sejak perusahaan berjalan. Jadi keadilan telah ditegakkan di PN Jakarta Utara,” ucapnya.

Dalam sidang sebelumnya, Hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH menghimbau kepada PT FNS untuk memberikan laporan keuangan sebagaimana diminta oleh pemohon karena hal itu merupakan hak pemohon selaku pemegang saham dan komisaris.

“Hal seperti ini tidak semestinya terjadi karena merupakan hal sederhana dan seharusnya diselesaikan baik-baik dengan cara musyawarah untuk mufakat,” terangnya.

Dalam pantauan wartawan, Hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH dalam amar putusan menyatakan bahwa terhadap eksepsi termohon PT FNS tidak dapat diterima. Dalam pokok perkara, hakim juga menjelaskan bahwa pemohon memiliki legal standing karena SAH merupakan pemegang saham 30%.

Hakim juga menyatakan bahwa fakta hukum dimana pemohon sudah memberikan surat permintaan tertulis dan pembahasan permintaan laporan keuangan di RUPS dan karena tidak adanya realisasi pemberian laporan keuangan maka pemohon mengajukan permohonan pemeriksaan keuangan kepada PN Jakarta Utara sebagai pemohon yang beritikat baik.

Hakim dan Pengadilan juga menyatakan bahwa Direksi PT FNS tidak melaksanakan kewajibannya dan perseroan telah melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan pemegang saham atau pihak lainnya dengan demikian bahwa permohonan pemohon wajib dikabulkan untuk seluruhnya.

“Pengadilan akan menunjuk tim ahli untuk memeriksa laporan keuangan termohon, dalam jangka waktu maksimal sembilan puluh hari setelah pengangkatan dan biaya pemeriksaan, auditor harus dibayarkan oleh termohon sebagaimana tertera dalam penetapan majelis hakim PN Jakarta Utara,” jelas Advokat tersebut.

Sementara itu, Pho Kiong dalam keterangan persnya kepada wartawan mengatakan bahwa dirinya puas karena permohonannya dikabulkan dan mengucapkan terima kasih kepada majelis hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan seluruh jajaran PN Jakarta Utara yang sudah bersikap adil menjunjung tinggi kebenaran atas haknya meminta laporan keuangan perusahaan PT. FNS.

Pho Kiong tampak riang dan berkeliling serta berjoget ria dengan para Betmen.

“Kami senang karena menang melawan ketidakadilan,” jelasnya. (SS/red)

By Politika

https://youtu.be/ok4Pu43LmVU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *