Share This Story !

BEKASI – Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja melakukan penandatanganan Deklarasi Membangun Bekasi bagian utara bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Irfan Haeroni, anggota DPRD Kabupaten Bekasi Budiyanto, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, SIK, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi H. Obing Fachrudin, Komisaris Utama PT Marwah Karya Mandiri, H. Zakaria, ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bekasi Raya Doni Ardon dan Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) H. Moch Fauzan Rachman, S.E didampingi Ketua LSM GMBI Distrik Kabupaten Bekasi, H. Rahmat Gunasin di sekretariat Persikasi, Kelurahan Sertajaya Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, Senin (31/08/2020) siang.

Penandatanganan Deklarasi pembangunan di wilayah pengembangan (WP) IV Kabupaten Bekasi sejalan dengan Peraturan Daerah nomor 12 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi tahun 2011-2031.

Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja menandatangani Deklarasi Membangun Bekasi bagian utara. (Foto:doc)

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia ke-24 Ir. H. Erman Soeparno, MBA MSi dalam sambutannya saat menghadiri undangan pengurus SMSI Bekasi Raya mengatakan bahwa rencana pembangunan Kabupaten Bekasi di wilayah utara sejalan dengan program Kota Terpadu Mandiri yang merupakan program unggulan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT RI). 

“Wilayah pengembangan IV Kabupaten Bekasi ini telah memenuhi syarat untuk menjadi Kota Terpadu Mandiri,” terang Erman Suparno.

Pertama, daerah tersebut sesuai dengan yang diperuntukkan oleh Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi tahun 2011 – 2031 dan diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bekasi nomor 12 tahun 2011.

Kedua, WP IV Kabupaten Bekasi itu sudah mempunyai wilayah seluas 18.000 ha lebih yang siap dikembangkan. 

Konsep Kawasan Ekonomi Industri Bekasi Utara (KEIBU). (Doc : SMSI Bekasi Raya)
Hunian vertikal Bekasi Utara mengusung konsep Paris Moslem (Doc : SMSI Bekasi Raya)

“Hal ini dibuktikan dengan adanya rekomendasi 13 Kepala Desa kepada PT Marwah Karya Mandiri terhadap rencana pengembangan wilayah utara Kabupaten Bekasi,” terang Erman seraya mengansumsikan jika WP IV berdaya tampung lebih dari 9.000 kepala keluarga. 
Lalu, WP IV Kabupaten Bekasi mempunyai potensi untuk mengembangkan komoditi unggulan dan telah memenuhi skala ekonomis dengan kemudahan hubungan pusat-pusat pertumbuhan yang telah ada dan merupakan bagian dari program prioritas nasional pemerintahan Joko Widodo.

“Pengembangan Kabupaten Bekasi bagian utara sebagai kota terpadu mandiri sudah sangat tepat dan sangat layak diusulkan karena keberadaannya tidak tumpang tindih dengan peruntukan pihak lain, tidak berpotensi masalah sosial, dan memang merupakan aspirasi masyarakat Kabupaten Bekasi bagian utara yang menuntut pemerataan pembangunan”. 

“Hal ini kemudian diterjemahkan secara terencana oleh pengusaha pribumi Bekasi Haji Zakaria,” jelasnya”. 

Selanjutnya, kata Erman, jika usulan pembangunan dan pengembangan Kota Terpadu Mandiri Bekasi Utara sudah disepakati oleh Pemerintah dan DPRD dan mendapat dukungan aparat, rakyat dan pers, maka inilah saat yang tepat untuk menjadikan pembangunan Bekasi bagian utara sebagai salah satu program unggulan pengembangan wilayah yang ada di Indonesia.

“Kalau ini dikebut, maka penampakannya di tahun 2024 akan terlihat,” jelas Erman.

Senada penyampaian tersebut, Kepala Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, H. Anwar Sanusi mewakili 13 Kepala Desa di Kecamatan Muaragembong, Cabangbungin dan Sukawangi menyatakan telah memberikan rekomendasi kepada PT Marwah Karya Mandiri, H. Zakaria untuk menindaklanjuti rencana pembangunan kawasan industri yang berkelanjutan dan kota berkesinambungan di Kabupaten Bekasi bagian utara.

“Rekomendasi telah kami keluarkan dan di dalamnya sudah mencakup luas lahan yang nantinya diperuntukan sebagai kawasan industri dan pemukiman,” kata Anwar Sanusi.

Sosok yang menjabat Kepala Desa Sukatenang selama 3 periode kepemimpinan ini mengatakan bahwa rekomendasi tersebut diberikan kepada H. Zakaria selaku komisaris PT Marwah Karya Mandiri. 

“Haji Zakaria ini merupakan mantan Kepala Desa Karangraharja yang pada masanya juga bersama-sama dengan bapa haji Eka Supria Atmaja mantan Kepala Desa Waluya yang saat ini sukses menjadi Bupati Bekasi,” kenang Anwar Sanusi.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Marwah Karya Mandiri, H. Zakaria dalam sambutannya mengungkapkan keinginannya mendorong wilayah utara Kabupaten Bekasi sebagai pusat ekonomi baru di Indonesia. 

“Seperti disampaikan ketua SMSI kang Doni Ardon tentang strategi Kilat Cakra Buana, maka kita optimis dapat menjadikan zona yang saat ini terbelakang menjadi area terdepan di Bekasi,” ungkapnya. 

H. Zakaria mengartikan Kilat Cakra Buana ini secepat kilat menggenggam dunia. “Saya yakin hal ini bisa diwujudkan, terlebih SMSI yang beranggotakan lebih 1.200 perusahaan pers telah mencetak rekor dunia melalui kecepatan informasi dan banyaknya perusahaan media siber yang tergabung dan menerima penghargaan MURI,” terang H. Zakaria. 

Dirinya sepakat bekerja sama dengan SMSI Bekasi Raya dan LSM GMBI dalam rencana pengembangan Kabupaten Bekasi bagian utara. 

“Deklarasi membangun Bekasi bagian utara ini merupakan inisiatif Ketua SMSI Bekasi Raya Doni Ardon untuk mendorong percepatan pembangunan WP IV Kabupaten Bekasi bagian utara dan saya sepaham,” tegas H. Zakaria. 

Ketua SMSI Bekasi Raya, Doni Ardon

Dalam pantauan wartawan, penandatanganan  deklarasi diawali oleh Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja dan disusul Kapolres Metro Bekasi, ketua Kadin, pengusaha, wakil rakyat, lembaga masyarakat dan media.

Selaku pembaca deklarasi yakni Sekretaris LSM GMBI Distrik Kabupaten Bekasi Syamsudin didampingi ketua SMSI Bekasi Raya Doni Ardon dan Direktur Utama PT Marwah Karya Mandiri Denis Sanigia.

Bupati Bekasi didampingi Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, SIK, ketua Harian Persikasi Heru Budian Timor dan Ketua LSM GMBI Distrik Kabupaten Bekasi H. Rachmat Gunasin menyerahkan nasi tumpeng kepada Ketua SMSI Bekasi Raya, Doni Ardon. (Foto : SMSI)

Usai menandatangani Deklarasi, Bupati Bekasi meresmikan kantor PT Marwah Karya Mandiri dan dilanjutkan pemotongan tumpeng di ruang kerja ketua harian Persikasi, Heru Budian Timor. (Yan)

By Politika

https://youtu.be/ok4Pu43LmVU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *