Share This Story !

BEKASI – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Bekasi, Arwis Sembiring mempertanyakan usulan revisi Peraturan Daerah terkait Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) oleh Dinas Tata Ruang Kota Bekasi.

Arwis yang juga anggota pansus 7 membahas perubahan Perda PSU, mebeberkan Dinas Tata Ruang sudah mengajukan dua kali revisi perda. Padahal, kata dia, seharusnya diusulkan perubahan bukan revisi.

“Kemarin Perdanya Nomor 16 Tahun 2011. Adalagi Perda Nomor 8 Tahun 2018, sekarang diusulkan kembali revisi,” kata Arwis, Jumat (14/8/2020).

“Kalau melebihi 50 persen tentunya jangan revisi tapi perubahan. Namun demikian ini masih dalam perdebatan, apakah nanti revisi atau perubahan ini akan diputuskan oleh pansus,” ungkapnya.

Selain itu, Arwis juga menyoroti mengenai keterlibatan pihak ketiga untuk mengelola lahan fasos fasum. Menurut Arwis, sejauh ini pihaknya belum mengetahui cantolan hukum terkait hal tersebut.

“Kemudian banyak hal di dalam pansus 7 yang tidak punya cantolan seperti pemanfaatan fasos fasum di kerjasamakan dengan pihak ketiga, cantolannya kan tidak ada, sehingga kita tidak bisa melibatkan dalam satu draf karena cantolannya sangat lemah,” jelas Arwis.

Selain payung hukum lemah, Arwis khawatir bila pemanfaatan lahan fasos fasum dikerjasamakan dengan pihak ketiga, maka terjadi kerancuhan.

“Selama ini yang disewakan untuk sekolah dan macam-macam tidak ada cantolannya, sehingga harus dicari cantolannya agar menjadi payung hukum ke depan. Apalagi tadinya tidak dikerjasamakan dengan pihak ketiga, sekarang di kerjasamakan oleh pihak ketiga, ini yang menjadi masalah,” cetus Arwis.

Di sisi lain, Arwis menyayangkan selama pembahasan pansus, Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi kerap tidak menghadiri rapat membahas usulan revisi perda. Dia mengatakan, anggota pansus ingin mendengar alasan dilakukan revisi perda.

“Kita menyayangkan Kadistaru belum pernah hadir rapat. Seharusnya dia hadir untuk diskusi mengenai revisi perda yang diusulkan,” tandasnya. (han)

By Politika

https://youtu.be/ok4Pu43LmVU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *