Share This Story !

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menerbitkan Surat Edaran Nomor : 470/ 5049 /Disdukcapil.Yanduk Tentang Pembantuan Edukasi Dan Sosialisasi Percepatan Pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) Di Kota Bekasi pada selasa, 11 Agustus lalu.

Surat Edaran ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor : 470/Kep.356-Disdukcapil/VI/2020 tanggal 04 Juni 2020 tentang Percepatan Pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Bekasi, dan Nota Dinas Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi Nomor: 488/575/SETDA.Hum Tanggal 03 Juli 2020 Perihal Laporan Audiensi antara Pemerintah Kota Bekasi dengan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bekasi.

Adapun poin – poin yang disampaikan pada surat edaran tersebut sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan Percepatan Pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Bekasi dilaksanakan penambahan Tugas Pembantuan Edukasi dan sosialisasi oleh Relawan Sosial dari Pengurus Cabang PMII Kota Bekasi;
  2. Tugas Pembantuan Edukasi dilaksanakan untuk melakukan Sosialisasi Tentang Manfaat KIA, Persyaratan dan Proses Pembuatan KIA serta membantu proses pengumpulan berkas permohonan KIA dari warga di 12 Kecamatan;
  3. Camat agar mensosialisasikan kepada Lurah, RW dan RT tentang Tugas Pembantuan Edukasi dan sosialisasi oleh Pengurus Cabang PMII Kota Bekasi untuk Percepatan Pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA).Demikian agar menjadi perhatian dan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Ketua II Bidang Eksternal PMII Kota Bekasi, Mumu Muhaemin mengungkapkan, sinergitas dengan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Bekasi.

“Ini menjadi tugas moral bagi PMII. Tentunya ini juga hal positif dimana kedua lembaga bisa bekerjasama dalam memberikan manfaat untuk masyarakat,” ucap Mumu, Kamis (13/8/2020).

Kendati bekerjasama dalam sosialisasi, Mumu menegaskan pihaknya tidak melupakan peran sebagai mahasiswa melakukan kontrol sosial terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah Kota Bekasi.

“Hubungan ini pasti kita jaga dengan baik, namun bukan berarti nalar kritis kami sebagai mahasiswa menjadi luntur, malahan dengan adanya kedekatan seperti ini membuat kami (PMII) semakin kritis terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bekasi,” tegas Mumu. (han)

By Politika

https://youtu.be/ok4Pu43LmVU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *