Share This Story !

Bekasi, MITRA NEWS – Permasalahan sampah selalu jadi polemik. Tidak hanya di tanah air, tetapi mendunia dan termasuk Kabupaten Bekasi. Berbagai solusi dousahakan, baik menggunakan teknologi canggih maupun manual. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi belum mampu menangani permasalahan sampah. Yang masih dilakukan, sekedar menampungnya di TPA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir).

Baru-baru ini, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Lingkungan Hidup ( KLHK) telah memberikan bantuan kepada Pemkab Bekasi berupa Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah. Pusat Daur Ulang sampah di Kabupaten Bekasi rencananya akan berlokasi di wilayah Cikarang Utara.

Pemberian tersebut bersamaan dengan peresmian Fasilitas Pengelolaan Sampah di lima Kabupaten Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Yakni di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang dan Kabupaten Bekasi.

Menurut Herdiyawan Widya Syafrudin S.ip, Ketua DPP Gerakan Bakti Cemdana bidang Lingkingan Hidup, mengatakan kepada Awak media di ruang kerjanya untuk menangani masalah sampah yang belum mendapatkan solusi yang akurat dan baik, harus ada terobosan baru yang kreatif dan inovatif mengingat TPA Burangkeng sudah operlood untuk menampung muatan sampah yang ada.Pemerintah harus membangun pengolahan sampah di setiap UPTD dengan mesin pemusnah yang ramah lingkungan, ujarnya.

Lebih lanjut Herdiyawan memaparkan jika bantuan dari Pemerintah Pusat dari dulu pun mengalir namun Pemda belum mampu mengelolany. Banyak pengolahan sampah yang tidak di manfaatkan, namun pemerintah baru mampu memindahkan sampah dari kota Ke Burangkeng atau Bantar gebang.

“Saya tidak sependapat dan tidak setuju dengan adanya pelebaran TPA Burangkeng, pasalnya seluas berapa hektar pun menyiapkan lahan, akan menghasilkan gunung gunung sampahnya, Kalo tidak diolah akan menimbulkan problem baru,” terangnya.

Herdiyawan yang sapa di panggil Herdi menambahkan, sebagai pengamat, aktivis dan Ketua DPP Gerakan Bakti Cendana bidang Lingkungan Hidup, dirinya mempunyai terobosan terobosan yang bisa bermanfaat setidaknya mampu mengurangi dan membantu meminimalisir volume sampah khusunya di Kabupaten Bekasi.

“Saya sempat studi banding keluar negeri dengan tanpa bantuan atau dukungan dari manapun dari Pemkab atau Pusat. Saat ini Alhamdulillah saya mempunyai terobosan baru dapat meriset sampah, limbah, air lindih menjadi nilai ekonomis”.

“Dengan modal keinginan yang kuat saya bisa membuat mesin oven kapasitas 5 ton sampah per jam dan menghasilkan residhu menjadi bahan konstruksi dan briket untuk pemanasan,” terangnya.

Disinggung soal perhatian dari pemerintah, Herdi mengatakan sampai saat ini belum ada Pemkab Bekasi atau Pusat yang memberikan support atau berupa modal dan lainnya.

“Saya mutlak berjalan sendiri dan mendirikan PT Rekaya Energi Indonesia untuk memulainya,” tutup Herdiyawan Widya Syafrudin S.ip. (SS)

By Politika

https://youtu.be/ok4Pu43LmVU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *