Share This Story !

BEKASI – Ketua Umum PC PMII Kota Bekasi, Muhammad Hisyam meminta seluruh elemen kemasyarakatan dan instansi pemerintah agar mewaspadai aksi maupun tindakan perorangan mengatasnamakan organisasi kemahasiswaan tersebut.

Hisyam menegaskan, pihaknya tidak membenarkan siapapun mencatut nama PMII untuk kepentingan pribadi sehingga merugikan pihak lain.

“Saya menyesalkan aksi unjuk rasa turun ke jalan oleh oknum mengatasnamakan PC PMII Kota Bekasi yang berlangsung pada hari Selasa, 19 Mei 2020 kemarin. Aksi itu dinilai telah melanggar maklumat Kapolri yang salah satu poinnya melarang orang berkumpul untuk berunjuk rasa di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya kepada awak media, Rabu (20/5/2020).

PMII, kata Hisyam, merupakan organisasi intelektual yang mengedepankan nilai keluhuran dan norma. Sehingga, tidak ada pergerakan PMII dilakukan tanpa melalui keputusan pleno pengurus. Apalagi, menurut Hisyam, situasi saat ini tidak memungkinkan dilakukan aksi massa.

“Mestinya kita duduk bersama membahas persoalan dan mencari solusi untuk kepentingan masyarakat banyak. Jangan sampai PMII dituding mengerahkan orang yang justru berdampak pada penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi,” tegas Hisyam.

“Aksi tersebut dinilai mencoreng nama baik organisasi, karena sejak awal PC PMII Kota Bekasi memutuskan mengawal pendistribusian bantuan sosial yang dilakukan oleh pemerintah,” tambahnya.

Dengan adanya klaim sepihak mengatasnamakan PMII, Hisyam berharap instansi yang menjadi sasaran pergerakan dapat mengetahui kebenaran tersebut.

“Demi terciptanya kebenaran dan keadilan, agar masyarakat tidak keliru dan salah persepsi, maka saya mengklarifikasi atas beredarnya surat pemberitahuan unjuk rasa pada hari Selasa, 19 Mei 2020, bukan hasil keputusan PC PMII Kota Bekasi,” tandasnya. (han)

By Politika

https://youtu.be/ok4Pu43LmVU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *