Share This Story !

Kantor Jasa Pengiriman Sicepat terpaksa ditutup paksa oleh aparatur Kelurahan Margamulya karena melanggar peraturan PSBB, buka hingga malam hari dan mempekerjakan karyawan tanpa dilengkapi safety, Rabu (29/4/2020) malam.

BEKASI – Lurah Margamulya Kecamatan Bekasi Utara, Ahmad Yudistira menegaskan tidak mentolerir pelanggaran terhadap pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua sejak diberlakukan pada hari Rabu 29 April hingga 12 Mei 2020.

Untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran, Yudistira mensweeping titik-titik kumpul masa, diantaranya rental PS, cafetaria, dan beberapa tempat makan yang menyediakan fasilitas berkumpul.

“Kita tegas kepada pihak-pihak yang tidak mengindahkan PSBB. Semua sudah ada ketentuan dan jam operasionalnya, baik itu cafe, rumah makan dan lainnya. Kalau mereka masih buka, kita minta tutup,” ujar Yudistira disela kegiatan sweeping di wilayah Kelurahan Margamulya, Rabu (29/4/2020) malam.

Dikatakannya, larangan beroperasi melebihi batas waktu yang ditetapkan dalam PSBB, guna menghindari penyebaran virus corona yang angkanya terus bertambah. Sebagai aparatur kelurahan, Yudistira mengimbau semua pihak bekerjasama memutus mata rantai Covid-19.

“Usaha yang sesuai dengan ketentuan PSBB dibolehkan, misal warung makan atau cafe, mereka boleh berjualan tetapi tidak boleh makan di tempat. Untuk perkantoran sendiri, gak boleh buka sampai malam,” kata Yudistira. Dia membeberkan salah satu tempat yang diminta tutup adalah kantor jasa pengiriman Sicepat karena beroperasi hingga malam hari.

“Tadi ada satu kantor jasa pengiriman yang masih buka, padahal sudah jam 21.00 Wib dan disana banyak karyawan yang masih bekerja, kita minta mereka tutup dan melanjutkannya besok dengan memperhatikan physical distancing,” ungkapnya.

Dalam giat sweeping melibatkan TNI/Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Petugas Kecamatan Bekasi Utara dan aparatur Kelurahan Margamulya, beberapa lokasi yang dijadikan tempat berkumpul berhasil dibubarkan. Sementara, warung kopi dan warung makan, diimbau tidak menyediakan fasilitas duduk bagi pembeli.

“Kita minta kesadaran para pemilik usaha agar mengikuti ketentuan yang diberlakukan, gunakan masker dan jaga jarak dengan orang lain. Kita berharap wabah Covid-19 ini segera berlalu dan kita bisa kembali beraktivitas dengan normal,” ujar Yudistira.

Selain patroli dan sweeping, Yudistira menuturkan pihaknya terus melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19. Tak segan, mantan Ketua GP Ansor Kota Bekasi ini memberikan setiap RW sebuah torn (tong) kapasitas 500lt, cairan desinfektan, sehingga masing-masing Ketua RT dan warga dapat melakukan penyemprotan disinfektan di rumah masing-masing.

“Giat kita setiap 4 hari melakukan penyemprotan desinfektan oleh masing-masing ketua lingkungan. Bahkan kita kasih setiap RW sebuah tong besar cairan desinfektan, agar warga bisa mengambilnya dan melakukan penyemprotan di rumahnya. Ini sebagai upaya aparatur pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran virus corona,” pungkasnya.

Selama wabah Covid-19 melanda, aparatur Kelurahan Margamulya gencar melakukan pencegahan dan sosialisasi dalam mengantisipasi penularan virus tersebut. Ketua RW 008, H. Guntur Junaedi mengakui langkah cepat pihak Kelurahan Margamulya berimplikasi positif pada hasil penilaian zona wabah yang masuk kategori hijau atau aman.

“Sejak wabah melanda, para Ketua RW dan RT mendapat komando langsung dari Pak Lurah melakukan upaya-upaya pencegahan. Setiap hari bahkan sampai larut malam kita semua bekerja. Alhamdulillah, hasilnya wilayah kita masuk zona hijau,” ungkap Guntur Junaedi.

“Kita berharap bencana ini cepat segera berakhir sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti biasa agar perekonomian tumbuh kembali. Kepada masyarakat, ayo kita cegah penyebaran virus corona, selalu gunakan masker dan melakukan physical distancing,” tandasnya. (yul)

By Politika

https://youtu.be/ok4Pu43LmVU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *